| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Panyabungan. Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus melakukan beberapa langkah strategis guna membangkitkan semangat dan meningkatkan produktivitas masyarakat petani. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufik Zulhandra kepada medanbisniadaily.com, Sabtu (26/10/2019).
Taufik mencontohkan, mulai tanaman hortikultura yang menjadi perhatian Dinas Pertanian seperti kebun cabai. Luas lahan kebun cabai tahun 2018, mencapai 385 ha dengan produksi 6.098 ton, dengan harga Rp 40.000/kg, estimasi penghasilan petani cabai tahun 2018 adalah Rp 243,9 miliar.
Kemudian, tanaman bawang merah luas lahan 53 ha, dengan produksi 212 ton dengan harga Rp 28.000/kg, estimasi penghasilan petani bawang merah yaitu Rp 59,3 miliar. kentang 18 ha dan produksinya sebanyak 417 ton dengan harga Rp 10.000/ kg, estimasi penghasilan petani kentang yaitu Rp 4,17 miliar.
Kemudian luas pengembangan Jeruk Maga 40 ha, yang produksi seluas 28 ha. Dalam satu hektar ditanam 300 batang, totalnya adalah 8.400 pohon. Setiap pohon jeruk bisa produksi 30 kg, sehingga kebun jeruk luas 40 ha menghasilkan buah 252 ton sekali panen. "Dalam setahun, 4 kali panen, menghasilkan 1.008 ton/ tahun. Harga jual jeruk adalah Rp 20.000/kg, total penghasilan jeruk per tahun adalah Rp 20,16 miliar," ujarnya.
Untuk meningkatkan produksi pertanian dan membangkitkan semangat ekonomi, petani melakukan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP). Ada tiga STPP yang dijalin kerjasama dengan Pemkab Madina, yaitu STPP Medan, STPP bogor, dan STPP malang.
"Dari kerjasama tersebut, peserta dari Madina yang lulus sebanyak 21 orang, dengan rincian STPP Medan sebanyak 6 orang, STPP Bogor 8 orang, dan STPP Malang 7 orang. Mereka sedang mengikuti perkuliahan Semester IV dengan IPK rata-rata di atas 3,0. Dan akan di wisuda tahun 2021,"ungkapnya.
Untuk potensi tanaman kopi Arabika dan robusta data statistik perkebunan tahun 2017, terdapat seluas 2.907,85 Ha dan tahun 2018 terdapat seluas 3.230,21 Ha. Untuk jenis Arabika di Kecamatan Ulu Pungkut, Kotanopan, Pakantan, Puncak Sorik Marapi, Batang Natal dan Panyabungan Timur.
Lokasi kopi robusta juga hampir sama dengan lokasi pengembangan kopi arabika, yang membedakan hanya iklim ketinggian tempat saja. Jenis kopi arabika membutuhkan ketinggian ± 900 mdpl, sedangkan kopi robusta bisa tumbuh di ketinggian 400 mdpl. "Untuk saat ini, luasan lahan kopi robusta untuk Kabupaten Madina, sesuai dengan data statistik perkebunan, tahun 2017 seluas 1.1009,44 Ha. Dan, tahun 2018 seluas 1.112,37 Ha,"ucapnya.
Potensi tanaman manggis, setiap malam, buah maggis produksi pertani Madina yang dibawa ke luar daerah sebanyak 60 ton. Perkiraan masa panen pohon manggis ini selama 75 hari. "Dan, jumlah produksi per tahun adalah 4.500 ton. Harga kualitas super Rp 20.000/kg, Sementara harga untuk buah BS sebesar Rp 10.000/kg, estimasi penjualan per tahun Rp 72 miliar/tahun," katanya.

