| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Medan. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumatra Utara (Sumut) memastikan produksi berad di tahun 2020 masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut. Bahkan jumlahnya pun surplus. Data tersebut berbeda dengan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) yang justru menyebut Sumut defisit.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPH Sumut, Muhammad Juwaini, mengatakan, di tahun 2020, produksi padi (GKG) berdasarkan data panen menggunakan penghitungan Sistem Informasi Manajemen Tanaman Pangan (SIM-TP) mencapai 4.200.112 ton atau setara 2.479.383 ton beras. Tetapi jika menggunakan sistem peghitungan Kerangka Sampel Area (KSA) seperti yang dilakukan BPS, maka produksi padi (GKG) sebanyak 2.021.302 atau setara 1.152.468 ton beras.
Cukup bedanya data produksi padi ini juga mengakibatkan terjadinya perbedaan pemenuhan kebutuhan beras di Sumut yang diperkirakan mencapai 1.957.882 ton. Jika mengacu data SIM-TP, maka Sumut mengalami surplus 521.501 ton. Sementara kalau berdasarkan data KSA, Sumut mengalami defisit beras sebanyak 805.414 ton.
"Ini yang bikin bingung. Karena kalau betul kita defisit, tentunya harga beras sudah mengalami lonjakan dan terjadi antrian di pasar. Tetapi ini kan tidak ada," katanya, Rabu (24/3/2021).
Juwaini mengatakan, minimnya jumlah produksi padi yang dicatat dengan metode penghitungan KSA karena sampel yang digunakan tidak cukup mewakili luas baku lahan sawah yang ada di Sumut yang mencapai 368.830 hektare.
"Jadi, ada koordinat yang masuk ke dalam KSA itu bukan areal sawah, tetapi jalan raya, tebing, bahkan perumahan. Makanya kami sudah lakukan koordinasi lagi dengan BPS Sumut," katanya.
Salah satu hasil koordinasi yang dilakukan Dinas TPH dan BPS adalah menambah jumlah petugas pengambil sampel KSA yang akan memanfaatkan petugas yang dimiliki Dinas TPH. Ada kesepakatan menambah 450 petugas yang nantinya akan dilatih pihak BPS Sumut dan anggarannya akan dimasukkan di P-APBD tahun ini.
"Selain itu, Dinas TPH Provinsi Sumut juga akan mendekatkan program dinas dan kementerian ke lokasi KSA, sehingga ada upaya dalam peningkatan produksi padi," katanya.

