| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Deli Serdang. PT PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatra Unit Pelaksana Pengatur Beban (UIP3BS UP2B) Sumbagut menyerahkan alat pengolah pupuk kompos kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang.
Penyerahan bantuan alat pengolahan limbah sampah menjadi pupuk organik tersebut dilakukan oleh Manajer PT PLN UIP3BS UP2BP Sumbagut, Andi Makkuradde, diterima Ketua LPM Desa Medan Krio, Fauzul Akmal Tambunan, di pelataran Masjid Nurul Amin, Dusun VIII, Desa Medan Krio, Kamis (8/7/2021).
Penyerahan bantuan yang berasal dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan PT PLN UIP3BS UP2B Sumbagut tersebut disaksikan Ketua LPM Sunggal, Jasa Wardani Ginting, Kepala dan Sekretaris Dusun VIII, Bambang Suriadi dan Parsino, tokoh masyarakat Medan Krio, Muryantono.
Andi Makkuradde mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian PLN dalam memperdayakan masyarakat, khususnya warga Desa Medan Krio. Ia berharap alat yang diserahkan ini dijaga dan dirawat.
"Bantuan ini berasal dari dana program CSR perusahaan. Alat yang kami serahkan ini kini menjadi milik masyarakat. Mohon dijaga dan dirawat. Pergunakanlah dengan baik. Terima kasih atas kerja samanya," kata Andi.
Ketua LPM Desa Medan Krio, Fauzul Akmal Tambunan berterima kasih kepada pihak PLN atas bantuan ini. Ia pun berharap dengan adanya alat pengolah pupuk kompos ini Dusun VIII menjadi lebih bersih, tidak ada lagi sampah yang berserahkan, karena bisa diolah menjadi pupuk organik.
"Tidak ada lagi sampah yang keluar karena sudah diolah, sehingga berkurang sampai di tempat pembuangan akhir. Terima kasih kepada PLN yang merealisasikan proposal yang kami ajukan, " ujarnya.
Kadus VIII Bambang Suriadi, mewakili Kepala Desa Medan Krio mengatakan, dusun yang dipimpinnya akan menjadi pilot project pengolahan limbah sampah menjadi pupuk organik di Desa Medan Krio. Ia juga akan menjadikan Dusun VIII sebagai taman sayur.
"Pupuk kompos hasil olahan ini akan kami bagikan kepada masyarakat. Dusun VIII akan jadi taman sayur. Kami akan bagikan juga polybag Jika berhasil, maka proyek pengolahan pupuk kompos ini bisa ditularkan ke dusun yang lain. Misi saya adalah pemberdayaan masyarakat, " imbuhnya.
Sekretaris Dusun VIII, Parsino, mengatakan, alat pengolah pupuk kompos yang diberikan berupa mesin pencacah, drum, tong sampah, becak mesin dan cairan pupuk EM4.

