| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Belawan. Banjir rob yang semangkin meluas di beberapa kawasan di Medan Utara, terutama di Kecamatan Medan Belawan memberi mengkhawatiran bagi masyarakat. Tingginya banjir rob, dalam tiga hari terakhir mencapai 2,7 meter dari ketinggian pasang surut, mengakibatan Kecamatan Medan Belawan nyaris tenggelam.
Pantauan medanbisnisdaily.com, Senin (16/5/2022), tingginya air laut di kecamatan paling utara Kota Medan merencam sejumlah pemukiman warga hingga Jalan Raya R Sulian Belawan yang termasuk kawasan pesisir. Sejumlah jalan yang sempat diterjang banji rob, antara lain, Jalan PLTU Kelurahan Belawan Sicanang, Jalan KL Yos Sudarso Km 21 Belawan Bahari, Jalan Gulama dan seluruh jalan di Belawan Bahagia, Jalan TM Pahlawan, Belawan I, Jalan Selebes, Jalan Jawa Belawan II dan seluruh jalan di kawasan pendudu di Kelurahan Bagandeli.
Masyarakat Kelurahan Belawan Bahagia, misalnya memanfaatkan sampan dayung sebagai angkutan transporasi pengganti becadengan tarif Rp 10.000 per orang, karena di kawasan pemukiman itu air laut mencapai satu meter. "Ini masih dalam suasana lebaran, ada warga yang belum tahu jadwal pasang rob, sehingga mereka harus naik sampan menuju rumah yang hendak dikunjungi," ujar M Nurdin tokoh masyarakat di Kelurahan Belawan Bahagia.
Camat Medan Belawan, Subhan Fajri Harahap ketika dikonfirmasikan mengatakan, pihaknya jauh hari sebelum datangnya banjir rob mengumumkan kepada warga lewat kepala lingkungan untuk waspada terhadap dampak bajir rob. Warga diimbau untuk waspada adanya aktivitas pasang air laut maksimum yang diprediksi berpotensi terjadi pada tanggal 15 Mei sampai 18 Mei 2022.
Disebutkan, banjir rob akan berdampak terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas masyarakat serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari banjir rob, serta memperhatikan informasi cuaca ekstrem dari BMKG. Sehingga, sesuatu yang tidak diinginkan dapat dicegah lebih dini, agar tidak terjadi musibah dari banjir rob tersebut, ujar Subhan.

