| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com – Samosir. Polemik terkait larangan pemberian bantuan sepatu kepada anak sekolah yang disampaikan Coganss Sitanggang mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Samosir.
Anggota Komisi I DPRD Samosir, Mian Fidelis Malau, mengatakan kebijakan tersebut perlu dikaji ulang agar tidak menghambat niat baik masyarakat dalam membantu dunia pendidikan. Hal itu disampaikannya kepada Medanbisnisdaily.com, Minggu (3/5/2026) di Pangururan.
Menurut Mian, pada prinsipnya bantuan kepada siswa, baik dari pihak swasta, individu maupun kelompok, merupakan bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi. Namun demikian, ia menekankan pentingnya mekanisme dan koordinasi dengan pihak terkait agar tidak menimbulkan polemik di lapangan.
“Bantuan seperti sepatu untuk anak sekolah seharusnya didukung, bukan justru dilarang,” tegasnya. Ia menambahkan, perlu adanya komunikasi yang baik dengan Dinas Pendidikan agar kegiatan tersebut berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan.
Mian juga menegaskan bahwa Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Samosir perlu memberikan penjelasan secara transparan terkait kebijakan tersebut, termasuk alasan di balik larangan yang disampaikan.
Ia mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak terkesan menghambat partisipasi masyarakat dalam mendukung kebutuhan siswa. Menurut politisi Partai Golkar itu, perlindungan terhadap anak memang penting, terutama terkait eksposur di media sosial.
“Namun hal itu seharusnya tidak menjadi alasan untuk menutup ruang bagi bantuan sosial, melainkan diatur dengan mekanisme yang jelas,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, jika persoalannya adalah perlindungan anak, maka yang perlu diatur adalah cara pelaksanaannya, bukan melarang bantuannya.
“Ini harus diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujarnya.
DPRD Samosir, khususnya Komisi I, kata Mian, akan terus memantau persoalan ini dan membuka ruang dialog dengan Dinas Pendidikan guna mencari solusi terbaik yang tidak merugikan siswa sebagai penerima manfaat.
Ia juga mengaku pernah memberikan bantuan sepatu kepada anak sekolah dan tidak menemui kendala. “Tidak ada masalah,” katanya.
Sebelumnya, Cogan Sitanggang mengeluhkan larangan pemberian bantuan sepatu kepada siswa oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Samosir.
Hal tersebut menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Isu ini kini menjadi perhatian DPRD Samosir agar kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan anak didik.

