| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Batu Bara. Tawuran yang diduga melibatkan dua kelompok remaja di Jalan Rakyat, tepatnya di depan Pajak Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 23.30 WIB dan sempat membuat warga sekitar resah.
Video yang diunggah akun Facebook "Taufik Smile" itu memperlihatkan suasana Jalan Rakyat dipenuhi sejumlah remaja yang terlihat mondar-mandir, berlarian, serta saling kejar-kejaran di badan jalan. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan dan warga sekitar merasa takut untuk melintas.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat para remaja berkumpul di lokasi dan diduga terlibat bentrokan. Aksi tersebut menyebabkan sejumlah pecahan botol berserakan di badan jalan sehingga membahayakan pengendara yang melintas.
Suasana di lokasi sempat mencekam karena para remaja terlihat saling mengejar dan melempar benda ke arah kelompok lawan. Warga yang berada di sekitar lokasi memilih menjauh untuk menghindari kemungkinan terkena lemparan benda yang dapat membahayakan keselamatan.
Beberapa warga terlihat khawatir melintas di lokasi akibat aksi kekerasan tersebut karena berlangsung di kawasan publik yang ramai serta berada tidak jauh dari permukiman masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya tawuran tersebut maupun jumlah pihak yang terlibat. Belum ada informasi resmi terkait adanya korban luka ataupun korban jiwa akibat insiden tersebut.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Talawi, IPDA BZ Damanik, belum dapat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut. Kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah penanganan yang telah dilakukan, termasuk apakah ada pihak yang diamankan maupun upaya mediasi terhadap kedua kelompok yang diduga terlibat.
Masyarakat berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, mengingat aksi tawuran tersebut berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat serta membahayakan pengguna jalan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Talawi dan Polres Batu Bara masih dinantikan memberikan penjelasan resmi terkait kronologi lengkap dan penanganan kasus tersebut.

