| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Sergai. PT Florindo Makmur, perusahaan pengolahan tepung tapioka yang berlokasi di Desa Pergulaan, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, terus mengandalkan pasokan bahan baku singkong dari petani lokal untuk mendukung operasional produksinya.
Humas PT Florindo Makmur, Rika Gusmi, mengatakan, perusahaan saat ini memiliki kapasitas produksi mencapai 100 ton tepung tapioka per hari. Ketersediaan bahan baku sangat dipengaruhi oleh kondisi harga singkong di pasaran.
"Jika harga pembelian perusahaan kalah bersaing dengan pihak lain, dampaknya bisa membuat pasokan ubi kayu berkurang bahkan tidak masuk ke pabrik," ujar Rika, Senin (15/6/2026).
Selain dari petani di Sergai, pasokan singkong juga berasal dari daerah lain di Sumatera Utara. Namun demikian, perusahaan tidak menerapkan pola kemitraan atau kontrak khusus dengan para petani pemasok.
Untuk pemasaran, produk tepung tapioka PT Florindo Makmur dipasarkan secara nasional dan telah memiliki pelanggan tetap yang menjadi mitra usaha perusahaan selama ini.
Dalam menjalankan usahanya, PT Florindo Makmur juga telah memenuhi standar pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) maupun UKL-UPL.
Perusahaan saat ini mempekerjakan sebanyak 135 tenaga kerja, dengan komposisi sekitar 90 persen merupakan tenaga kerja lokal dan 10 persen berasal dari luar daerah. Sebanyak 97 karyawan telah terdaftar dalam program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain jaminan sosial ketenagakerjaan, perusahaan juga menyediakan sejumlah fasilitas kesejahteraan bagi karyawan, antara lain mess atau tempat tinggal bagi pekerja serta fasilitas penanganan awal pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) di lingkungan pabrik.
Di bidang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PT Florindo Makmur telah melaksanakan berbagai program yang menyasar masyarakat sekitar pabrik maupun masyarakat di tingkat kabupaten.
Program tersebut antara lain pembagian ampas dan kulit singkong secara gratis kepada warga sekitar, penyaluran daging saat Hari Raya Iduladha, pemberian gula, teh dan kopi selama Ramadan, bantuan sembako menjelang Idulfitri, hingga bantuan dana untuk normalisasi Sungai Belutu.
Menurut Rika, pelaksanaan program CSR perusahaan sebagian besar dilakukan berdasarkan kebutuhan dan permintaan masyarakat. Salah satu program yang menjadi perhatian perusahaan adalah dukungan terhadap normalisasi sungai guna membantu mengurangi potensi banjir dan menjaga kelancaran aliran air bagi masyarakat sekitar.
"Fokus CSR kami terutama untuk warga sekitar pabrik dan juga masyarakat di tingkat kabupaten, dengan menyesuaikan kebutuhan yang disampaikan masyarakat," katanya.

