| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menjelaskan sistem seleksi penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran bagi masyarakat, melainkan merekrut siswa berdasarkan data sosial ekonomi yang dimiliki pemerintah.
Hal itu disampaikan Saifullah Yusuf saat meresmikan Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 (SRMP 2) Medan di Sentra Bahagia Medan, Jalan Willem Iskandar, Medan, Senin (15/6/2026).
Menurut Saifullah, Sekolah Rakyat diperuntukkan khusus bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin ekstrem dan tidak mampu yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Tidak ada sistem pendaftaran. Tidak ada formulir. Mereka didata langsung dan berasal dari keluarga yang benar-benar tidak mampu sesuai dengan data DTSEN. Secara khusus mereka berasal dari kelompok masyarakat yang berada pada desil 1 dan desil 2 atau sekitar 10 persen penduduk dengan kondisi sosial ekonomi paling bawah," ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah calon siswa teridentifikasi melalui DTSEN, proses selanjutnya dilakukan melalui verifikasi lapangan oleh berbagai pihak, termasuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Sosial, pemerintah daerah, serta Badan Pusat Statistik (BPS).
Tim verifikator akan mendatangi langsung rumah calon siswa untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga sekaligus meminta persetujuan dari orang tua.
"Kemudian dilakukan dialog dengan orang tuanya. Kalau orang tuanya setuju, akan ditindaklanjuti dan ditetapkan oleh wali kota, bupati atau gubernur. Setelah ditetapkan pemerintah daerah, usulan tersebut diteruskan kepada Kementerian Sosial untuk ditetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat," kata Saifullah.
Selain mengedepankan akses pendidikan bagi keluarga miskin ekstrem, Sekolah Rakyat juga menerapkan konsep boarding school atau sekolah berasrama. Seluruh siswa akan tinggal di asrama selama menempuh pendidikan.
Menurut Saifullah, konsep tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, dan penguatan mental melalui pendampingan wali asrama atau wali asuh.
Fasilitas yang disediakan mencakup ruang belajar, asrama, sarana olahraga, serta fasilitas pengembangan bakat dan minat siswa.
Saifullah menambahkan, pembangunan gedung Sekolah Rakyat dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara penyediaan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
"Tahun ini sebanyak 32 ribu siswa di seluruh Indonesia ditargetkan masuk Sekolah Rakyat. Proses belajar mengajarnya juga menggunakan fasilitas teknologi terbaru untuk membiasakan siswa melek teknologi," ujarnya.
Peresmian SRMP 2 Medan turut dihadiri Wali Kota Medan Rico Waas, jajaran Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan, para siswa, orang tua, serta tenaga pendidik.

