| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Medan. Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai operasional 4 Sekolah Rakyat di Provinsi Sumatera Utara tahun 2025. Sekolah ini dikhususkan untuk anak-anak yang tergolong miskin dan miskin ekstrim.
Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf dalam acara Sosialisasi dan Koordinasi Koordinasi Pembentukan Sekolah Rakyat di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (11/4/2025).
Saifullah mengatakan pembentukan sekolah rakyat ini berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 tahun 2024.
Adapun 4 Sekolah Rakyat di Sumut, 2 sekolah akan menggunakan aset Kemensos di Deli Serdang, 1 aset Pemprov Sumut sesuai usulan Gubernur Sumut Bobby Nasution dan 1 lagi gedung Universitas Islam Sumatera Utara (UINSU) di Kota Tebing Tinggi.
"Insyallah di tahun ini kita akan mulai pembelajaran di sekurang-kurang 53 titik se-Indonesia, dan sekarang masuk survei tahap dua," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul itu.
Gus Ipul mengatakan untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat di kabupeten/kota sesuai dengan usulan, akan dimulai tahun ini. Adapun anggarannya akan ditampung oleh APBN.
Namun ia tidak memastikan berapa besaran anggaran yang akan alokasikan. "Ini dari APBN semua, ini sedang dihitung semua. Kita sudah menghitung secara nasional dan masih proses finalisasi," sebutnya.
Lebih lanjut Gus Ipul mengatakan perbedaan Sekolah Rakyat ini dengan sekolah pada umumnya ada soal biaya yang digratiskan, ada asrama dan kurikulumnya ada banyak tambahan.
"Yang sekolah disitu adalah keluarga miskin dan miskin ekstrim, jadi ada sasaran sasarannya," sebutnya.
Namun saat ditanya, apakah program Sekolah Rakyat ini tidak menunjukkan adanya klasifikasi sekolah kaya sekolah miskin, Gus Ipul mengatakan bukan untuk tujuan membeda-bedakan.
"Tidak, yang reguler jalan terus, yang ini afirmasi, kalau tidak, keluarga miskin ini tidak akan pernah memperoleh lingkungan yang sehat, lingkungan yang kondusif untuk mereka belajar," pungkasnya.

