| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Balige. Keberadaan jalan baru Bypass Balige, Kabupaten Toba menjadi ancaman baru bagi masyarakat pengguna jalan desa khususnya di 4 titik persimpangan di sepanjang jalan.
"Pemerintah perlu mengantisipasi bagaimana keselamatan lalu lintas di sepanjang jalan Bypass ini karena di setiap persimpangan belum ada dibuat pengaman atau sejenis," ujar Robet Siahaan, Senin(29/3/2021), di Balige.
Warga Balige ini mengatakan, ada 4 titik persimpangan di sepanjang jalan Bypass Balige yang harus diperhatikan, karena kemungkinan besar rawan kecelakaan, yakni jalan persimpangan di Desa Hutagaol, Siopatopat, Sihailhail dan Simanjalo.
"Kecepatan kenderaan di Jalan Bypass sudah pasti tinggi, sementara jalan desa selain belokan juga menurun jadi perlu diantisipasi," sebutnya.
Hal serupa disampaikan Leo Sianipar. Warga Sianipar Sihailhail ini mengakui pernah terjebak dengan kenderaan berkecepatan tinggi melaju di Jalan Bypass Balige. "Menurut kami sebelum ada kejadian lebih baik dibuat antisipasi," ucapnya.
Kepala Balai Jalan Besar Negara(BJBN) melalui Kordinator Wilayah Toba, S Simanjuntak membenarkan keluhan sudah banyak diterima dan akan disampaikan kepada pimpinannya."Namun kami sarankan karena jalan kabupaten adalah tanggung jawab daerah, maka lebih baik dilaporkan kepada pemerintah daerah," katanya.

