| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) untuk memformulasikan strategi untuk menciptakan lapangan kerja khususnya bagi anak-anak muda usia produktif.
"Ini penting dilakukan oleh Pemko Medan khususnya Disnaker sebagai salahsatu upaya menekan makin tingginya pengguna narkoba di kalangan remaja terutama anak-anak muda usia produktif," kata Anggota DPRD Medan, Iswanda Ramli saat menggelar sosialisasi peraturan daerah (Perda) No 6 tahun 2024 tentang Perubahan atas Perda No 3 tahun 2019 tentang penyelenggaraan Ketenagakerjaan di Jalan Garuda, Gang Langgar, Kelurahan Sei Seikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu, (9/3/2025).
Sebelumnya, sosialisasi serupa juga dilaksanakanya di Jalan Mengkara, No 55, Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (8/3/2025).
Politisi Demokrat itu pun berkeyakinan bahwa Wali Kota Medan, Rico Tri Bayu Putra Waas akan menciptakan lapangan kerja secara besar-besaran di Medan.
"Saya yakin pak Wali Kota Medan Rico Waas ke depan akan mampu menciptakan kesempatan kerja bagi anak-anak muda usia produktif. Tentunya tenaga kerja yang memiliki skill dan keterampilan," katanya di hadapan ratusan konstituennya.
Sebab kata Sekretaris Komisi 2 DPRD yang akrab disapa Nanda Ramli ini, sampai hari ini cukup banyak warga Kota Medan yang membutuhkan pekerjaan, sementara lapangan kerja yang tersedia cukup terbatas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran terbuka di Kota Medan pada tahun 2024 mencapai 8,3%. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumatera Utara (Sumut) yang mencapai 458 ribu orang.
Data ini diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk di Kota Medan, sehingga jika tidak diantisipasi pengangguran terbuka akan semakin lebar.
Jadi kata Nanda Ramli, dengan adanya pelatihan tersebut dapat mengatasi tingginya tingkat pengangguran terbuka di Kota Medan.
"Saya sudah bicarakan hal ini kepada Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja agar warga Daerah Pemilihan (Dapil) V meliputi Kecamatan Medan Sunggal, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Maimun, Medan Polonia dan Medan Selayang diberi pelatihan keterampilan," sebut Nanda Ramli.
Karena kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan ini, bagaimana seseorang itu bisa mempunyai skil jika tidak diberi keterampilan.
"Untuk itu dalam waktu dekat kita akan koordinasikan kembali kepada Kadis Tenaga Kerja Kota Medan agar memberikan pelatihan kepada masyarakat,"tukas Nanda.
Seperti yang disampaikan Elang, warga Jalan Antariksa Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia ini minta kepada Pemko Medan untuk menciptakan tenaga kerja mandiri.
"Misalnya melakukan pelatihan di kelurahan, dengan sasaran pemuda-pemudi yang nota bene tidak punya pekerjaan alias pengangguran, sehingga kelak mereka bisa dikaryakan, ungkap Elang.
Sementara Rudi Salim juga warga Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia mempertanyakan sikap DPRD Medan terhadap perusahaan yang tidak menjalankan prosedur, serta tidak peduli terhadap hak-hak karyawannya.
Menyikapi ini, Nanda Ramli mengatakan jika ada pihak perusahaan seperti itu beritahu ke komisi II DPRD Medan."Kebetulan saya Sekretaris Komisi II DPRD Medan,"ungkap Nanda Ramli.

