| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Susan, warga Jalan Tempuling, Medan mengeluhkan kepada Anggota DPRD Medan, Ahmad Afandi Harahap karena tanpa sepengetahuan dirinya data pribadi miliknya dicuri untuk pinjaman online (pinjol).
Gara-gara itu, diakuinya niat untuk membeli rumah melalui skema Kredit Perumahan Rakyat (KPR) harus kandas karena berdasarkan pemeriksaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau dulu bernama BI Checking dia memiliki tunggakan cicilan di salah satu pinjol yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Jadi gini pak saya dan suami saya mau ngambil rumah KPR, dalam syarat itu ada pengecekkan BI Checking dan ternyata data saya bermasalah karena ada pinjol yang belum dilunasi. Padahal saya tidak ada pakai itu karena permasalahan itu saya tidak bisa mengambil rumah " keluhnya saat ikut dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Jalan. Dwikora No. 20, Kelurahan, Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Minggu (19/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Ahmad Afandi meminta kepada Pemerintah agar melindungi warga yang datanya dipakai untuk pinjol tanpa sepengetahuan pemilik data.
Politisi Demokrat ini juga menghimbau warga agar menjaga keamanan data kependudukan mereka dan tidak memberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Saya berharap kepada Pemerintah untuk melindungi data pribadi warga agar tidak dicuri apalagi untuk Pinjol dan Judol. Makanya kepada bapak/ibu saya menghimbau untuk tidak sembarangan memberikan data KTP/KK kepada orang-orang yang tidak dikenal," imbaunya.
Tak Sepele Urus KTP dan KK
Dalam kegiatan yang serupa di Jalan Sering No. 25, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung
Afandi juga menekankan jangan terlalu sepele dalam Adminduk dan warga diharapkan mensinkronisasi data kependudukan untuk memastikan data akurat.
"Kalau masyarakat selama ini susah mengurusnya dan urusannya dipersulit saat mengurus Administrasi Kependudukan informasikan kepada saya dan akan kami bantu,” tandasnya.

