| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Dairi. Tewasnya perempuan berinisial LS (25), warga Kota Medan, di sebuah tempat hiburan malam di Jalan Ring Road, Desa Hutarakyat, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, masih menyisakan tanda tanya.
Apakah penyebab kematiannya benar-benar karena overdosis minuman atau ada faktor lain?.
"Ini menjadi pertanyaan kami sampai sekarang," kata Direktur Kantor Hukum Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) Dairi, Supri Darsono Silalahi, Jumat (15/8/2025).
Menurut Supri, kematian korban sangat tidak wajar. Ia meninggal di RSUD Sidikalang dengan kondisi mata terbuka dan mulut mengeluarkan busa berwarna putih.
Seandainya penyebab kematiannya adalah overdosis, seharusnya ada surat keterangan visum dari pihak rumah sakit.
"Apa penyebabnya? Apakah karena minuman atau narkoba (obat terlarang)," tanyanya.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, Supri menduga kematian LS karena overdosis narkoba.
"Seharusnya ini diusut tuntas oleh pihak kepolisian, dari mana narkoba itu berasal dan siapa teman-teman korban saat kejadian," tegasnya.
Informasi yang beredar, ada dugaan keterlibatan salah satu oknum kepala desa, dan seorang pengusaha bermarga Sihombing.
"Kedua orang ini yang mengantar korban ke RSUD Sidikalang sekitar pukul 03.00 WIB. Bukti faktanya ada pada kita," ungkap Supri.
Ia menduga korban tewas overdosis karena dicekoki minuman dan narkoba oleh teman-temannya di tempat hiburan malam bernama Star Light.
"Kami mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional agar terang benderang," pintanya.
Ketua Dewan Pembina Gerakan Jaringan Masyarakat Dairi (Gaja Mada) ini mengapresiasi upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan Polres Dairi. Namun, ia mengingatkan agar polisi tidak "tebang pilih".
Beberapa hari lalu Polres Dairi merazia tujuh tempat hiburan malam. Tetapi tidak ada satu pun pekerja dan pengunjung yang dinyatakan positif menggunakan narkoba.
"Ini tentu berbanding terbalik dengan adanya kasus kematian yang diduga karena overdosis narkoba," jelasnya.
Anehnya, tempat hiburan malam Star Light, lokasi korban LS tewas, tidak ikut dirazia. Padahal, kafe yang berada di depannya dilakukan razia.
"Kalau begini, itu namanya tebang pilih dalam melakukan razia," ungkapnya.
Untuk mewujudkan Dairi yang bebas narkoba, Supri pun meminta Bupati Dairi, Vickner Sinaga, untuk melakukan tes urine kepada seluruh kepala desa dan ASN.
"Kepala desa dan ASN harus menjadi garda terdepan dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, mereka harus bersih dari narkoba," tutupnya.

