| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Gunungsitoli. Kerangka manusia ditemukan warga di kawasan semak belukar Desa Ononamolo Talafu, Kecamatan Botomuzoi, Kabupaten Nias. Kerangka tersebut diduga merupakan seorang lansia yang dilaporkan hilang sejak Desember 2025.
Humas Polres Nias, Aipda Aris Gulo, mengatakan, penemuan kerangka manusia itu dilaporkan Kepala Desa Ononamolo Talafu, Calvin B Lase, kepada Polsek Hiliduho pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
"Polsek Hiliduho menerima laporan dari Kepala Desa Ononamolo Talafu, Calvin B Lase, Kecamatan Botomuzoi, Kabupaten Nias terkait penemuan kerangka manusia di semak belukar," ungkap Aris Gulo, Rabu (17/6/2026).
Sebelumnya, sekitar pukul 15.00 WIB, seorang warga bernama Beri Lase yang sedang berburu menemukan tulang-belulang manusia di lokasi tersebut. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada kepala desa.
Menurut Aris, penemuan kerangka tersebut diduga berkaitan dengan laporan orang hilang atas nama Yunia Lase alias Ina Eni (66). Korban dilaporkan hilang pada 9 Desember 2025 setelah meninggalkan rumah dan tidak kembali. Saat itu, korban diduga mengalami kondisi pikun.
Pencarian terhadap korban sempat dilakukan oleh warga bersama personel Polsek Hiliduho dan tim Basarnas. Namun, upaya pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.
Mendapat laporan penemuan kerangka, Kapolsek Hiliduho Iptu O. Daeli bersama personel Polsek Hiliduho, Tim Inafis Polres Nias yang dipimpin Ps Kaur Identifikasi Aiptu Yamowa'a Waruwu, petugas Puskesmas Botomuzoi, perangkat desa, perwakilan kecamatan, serta pihak keluarga langsung mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi.
Dari hasil identifikasi dan keterangan anak kandung korban, Efendi Lase alias Ama Dika, ditemukan sejumlah kesesuaian dengan ciri-ciri Yunia Lase saat dinyatakan hilang. Di antaranya tiga gigi bagian depan yang telah copot serta rambut panjang yang telah beruban.
Berdasarkan ciri-ciri tersebut, pihak keluarga meyakini kerangka yang ditemukan merupakan Yunia Lase. Keluarga juga menolak dilakukan identifikasi lanjutan karena telah yakin dengan identitas korban.
Efendi Lase menyatakan pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak mencurigai adanya unsur tindak pidana. Menurutnya, korban memang sudah lanjut usia dan mengalami kondisi pikun sebelum dinyatakan hilang.
Selanjutnya, kerangka tersebut diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kapolres Nias AKBP Agung menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pemerintah desa dan pemerintah kecamatan yang telah membantu serta mendukung proses identifikasi yang dilakukan pihak kepolisian.

