| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Mantan Wakil Ketua DPD PDIP Sumut periode 2000-2005, Djumongkas Hutagol heran melihat pernyataan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri yang menyebut Akhyar Nasution ngamuk karena tidak mendapat rekomendasi.
"Loh saya heran, kapan ya Akhyar itu ngamuk karena nggak direkom.
Dia diam saja kok bahkan setau saya dia itu dalam perawatan di RS karena Covid sampai beberapa lama. Nah kapan dan dimana ya ngamuknya.Saya pikir Ibu Mega ini mendapatkan laporan atau informasi yang salah ya," ujar Djumongkas dalam keterangannya kepada wartawan, di Medan, Kamis (27/8/2020).
Menurutnya, saat ini banyak warga Medan yang bertanya di mana dan kapan Akhyar Nasution ngamuk karena tidak mendapat rekomendasi.
Dengan pernyataan yang tak mendasar itu, Djumongkas menyebut simpati warga Medan kepada Akhyar semakin bertambah. Menurutnya warga semakin tau Akhyar berulang dizolimi oleh partainya sendiri.
"Kalau pun Akhyar itu tidak disukai oleh DPP karena ingin mencalonkan Bobby yah sudahlah biasanya itu. Tapi jangan dizolimi terus.Kemarin sudah dibilang Akhyar tak punya prestasi. Dibilang bagian dari korupsi. Kemudian dipecat karena tidak loyal dan sekarang dibilang ngamuk kapan ngamuknya Akhyar ini kita semua tidak ada yang tau," tegasnya.
"Nah masyarakat pasti menilai Akhyar sedang dizolimi. Saya kira penzolimannya ini masih akan terus berlanjut entah dalam bentuk apalagi," imbuhnya.
Seperti diketahui PDIP tidak mengusung mantan kadernya, Akhyar Nasution, di Pilkada Medan 2020. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan keputusan rekomendasi kepada calon kepala daerah merupakan hak prerogatif dirinya sebagai ketua umum.
"Ada di Medan, dia masuk sebagai PDIP itu. Bayangkan urusan rekomendasi itu sudah otorisasi saya karena saya dipilih kongres partai semua mesti tahu itu," ujar Megawati saat membuka Sekolah Partai Angkatan II bagi Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah PDIP secara virtual, Rabu (26/8/2020).
Akhyar, yang kini menjabat Plt Wali Kota Medan, memutuskan keluar dari PDIP karena tak direkomendasikan maju di Pilwalkot Medan. PDIP memutuskan mengusung menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution.
"Kongres partai memberikan hak prerogatif bukan mau-maunya saya, hak prerogatif pada saya. Mau dicabut nanti di kongres partai kalau tidak disetujui. Tidak direkom terus ngamuk. Lho saya mikir ini gimana katanya kader partai, ya sudah aturan partainya gimana ya sudah saya pecat. Saya pecat. Iya dong fair," sebut Megawati.

