| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Dua Calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution dan Bobby Nasution saling sindir usai mengikuti agenda debat publik perdana di Hotel Grand Mercure, Medan, Sabtu (7/11/2020).
Akhyar menyindir padangan rivalnya yang menyebut sektor UMKM di Medan tidak menerapkan sistem digitalisasi.
"Digitalisasi bagi pelaku ekonomi kecil menengah bukan barang baru. Orang berjualan kue sudah online, sistem seperti saya sampaikan
tadi tukang jahit kita sudah memasarkan produk kita digital,” kata Akhyar.
“Artinya kalau ada yang mengatakan digital di Kota Medan tidak ada, dia tidak kenal dengan Kota Medan itu sendiri. Dia tidak kenal dengan Kota Medan sehinga mengarang ngarang gitu,” sindir Politikus Partai Demokrat ini.
Sementara itu, Bobby mengaku pada debat yang berlangsung 2 jam, mereka pihaknya tidak menyerang Akhyar lewat berbagai keburukan Kota Medan. Dia hanya menyampaikan keluhan masyarakat selama dia turun kampanye.
“Saya dan Aulia Rahman langsung turun ke masyarakat. Ini lah yang hari ini menjadi visi-misi. Kami buat dari apa yang kami dengar dari masyarakat dan yang akan kami buat juga menjawab apa yang selama ini masyarakat keluhkan pada kami berdua,” tandasnya.
Bobby juga menilai bahwa di Kota Medan ini dibutuhkan kebijakan turunan dari pemerintah pusat untuk mensejahterahkan masyrakatnya.
“Bagimana hari ini kebijakan dari pusat seperti BPJS, PKH, KIS hari ini sudah ada. Medan harus punya produk turunan (dan) juga kebijakan turunan. Harus ada itu, untuk mem back up kalau ada yang kurang tercover semuanya,” ujar Bobby.
Untuk memback produk turunan itu, timnya kata Bobby sudah menyiapkan program UMKM.
“Kami akan tegaskan satu kelurahan satu UMKM, satu sentra bisnis (jadi) ada 2001 star up yang akan kami bangun, itu melihat jumlah lingkungan yanga da di Kota Medan,”tandasnya.
Pada saat debat tadi Bobby juga menerangkan point besar, untuk mensejahterahkan Kota Medan, yakni serang pemimpin harus amanah dan tidak ingkar janji “Lalu juga bagaimana sistem birokrasi bisa transparan. Tidak ada korupsi tidak, ada pungli masyarakat,” ujar Bobby.

