| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Perhitungan perolehan suara di TPS (Tempat Pemungutan Suara) 22, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang tuntas. TPS 22 merupakan tempat Bobby Nasution dan keluarga menggunakan hak pilih.
Di TPS 22, pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Afif Nasution - Aulia Rachman berhasil mengungguli Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dengan perolehan 73 berbanding 49.
Namun, yang menjadi pemenang di TPS 22 adalah golput atau masyarakat yang tidak menggunakan hak pilih. Dari 314 nama yang terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) hanya 124 orang yang menggunakan hak pilih. Artinya 190 orang yang memilih untuk tidak menggunakan hak pilih. Jumlah tersebut lebih besar ketimbang perolehan suara Akhyar Nasution-Salman Alfarisi ataupun Bobby Nasution-Aulia Rachman.
Pantauan di lokasi, saat perhitungan suara menantu Presiden Jokowi itu tidak hadir. Ketua KPPS 22, Ahmad Fauzan menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi saat mengantarkan undang. Namun tingkat partisipasi masyarakat sangat rendah. "Mungkin karena ketakutan covid 19. Jadi partisipasinya rendah. Kita sudah menduga karena covid 19," jelasnya, Rabu (9/12/2020).
Sebelumnya, Bobby Nasution belum mau berbicara soal hasil akhir. Menurut dia, saat ini warga Medan masih disibukkan dengan agenda datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk menggunakan hak pilih.
"Kita masih nyoblos-nyoblos, mudah-mudahan, pastinya banyak nantinya, kalau dari kita ada quick count atau segala macam, apapun hasilnya, saya menyampaikan sama tim, kita tunggu nanti hasil resmi KPU," ujar Bobby didampingi Kahiyang usai menggunakan hak pilih di TPS 22 Komplek Taman Setia Budi, Medan, Rabu (9/12/2020).
Karena pilkada digelar di tengah pandemi covid-19, Bobby Nasution menyebut apapun hasil akhirnya, kemenangan adalah milik warga Medan. "Siapapun kemenangan nanti, ini kemenangan masyarakat," tegasnya.
Menurut dia, masyarakat datang ke TPS karena keinginan masyarakat untuk Medan lebih baik. "Ini itu salah satu motivasi datang ke TPS yakni untuk membenahi kita, dengan memilih pemimpinnya," terangnya.

