| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

MENJELANG 17 Agustus 2024, suasana euphoria peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia dirasakan seluruh masyarakat Indonesia. Gelora semangat kemerdekaan menjadikan tatanan kehidupan penuh dengan semangat dan optimisme yang tinggi.
Hal ini memberikan peningkatan yang tinggi terhadap daya juang segenap bangsa ini. Baik dari dalam maupun luar negeri, juga para diaspora turut memberikan kontribusi untuk Indonesia yang semakin maju.
Prestasi anak bangsa juga menjadi bagian yang ikut mewarnai kemerdekaan Indonesia. Setidaknya, perolehan dua medali emas dan satu medali perunggu dari para atlet di Paris pada ajang Olimpiade 2024 meningkatkan gengsi dan harga diri bangsa di kancah internasional.
Veddriq Leonardo meraih medali emas pertama dari panjat tebing, dilanjutkan oleh Rizki Juniansyah dengan medali emas dari angkat besi kelas 73 putra.
Sebelumnya, medali pertama diperoleh Gregoria Mariska Tunjung berupa medali perunggu dari cabang bulu tangkis tunggal putri. Capaian para atlet dalam ajang tersebut sungguh luar biasa. Mereka beserta tim patut diacungi jempol. Prestasi ini akan memberikan semangat dan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Indonesia Maju
Adapun tema yang diusung pada perayaan ulang tahun kemerdekaan adalah 'Nusantara Baru Indonesia Maju'. Tema tersebut dipilih sebab pada momen ini bertepatan dengan tiga momen penting.
Momen tersebut yakni menyongsong Ibu Kota Baru, pergantian presiden, serta menuju Indonesia Emas 2045. Kiranya hal ini semakin memperkuat eksistensi bangsa dalam menghadapi berbagai kondisi eksternal dan internal bangsa.
Ibu Kota Nusantara menjadi titik awal momentum untuk lebih menguatkan eksistensi diri bangsa. Hal ini dipandang sebagai bagian dari tonggak berbangsa dan bernegara, walaupun pada realitasnya sangatlah berat untuk dicapai.
Kendala infrastruktur dan faktor sosiologis, terlihat sebagai kendala yang nyata. Diperlukan penguatan diri untuk mengatasi berbagai kondisi yang minus tersebut. Tetapi secara perlahan, dengan upaya yang maksimal dan kolektif, maka akan dapat terwujud.
Kontribusi untuk Negeri
Kemerdekaan yang dicapai saat ini bukanlah hadiah yang didapat dengan mudah. Penuh derita dan dera kesengsaraan segenap bangsa dalam konteks sejarah bangsa. Sejarah telah memberikan gambaran yang nyata betapa pahit-getirnya perjuangan bangsa.
Kondisi yang demikian dapat dirasakan kembali, tatkala adanya pemahaman yang dalam terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa dalam mengupayakan kemerdekaan bangsa.
Kondisi pahit-getirnya perjuangan itu, kiranya dapat menjadi cemeti untuk seluruh anak negeri untuk mendarmabaktikan diri pada negeri. Bahwa perilaku bangsa ini adalah akumulasi dari berbagai perangi anak bangsa terhadap negeri ini.
Beranjak dari hal itu, semestinya tidak ada yang enggan untuk memberikan kontribusi. Siapapun kita harus berkontribusi sesuai dengan kadar kemampuan dan posisi saat ini.
Sebagai pekerja, dalam bidang apapun, lakukanlah pekerjaan itu dengan baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Sepanjang yang dilakukan sesuai dengan garis aturan dalam lingkup pekerjaannya maka hal itu merupakan salah satu kontribusi yang terbaik.
Sebagai pekerja apapun, dalam bidang apapun, kapan, dan di manapun. Lakukanlah yang terbaik. Lakukan dengan tetap mengedepankan yang terbaik untuk orang lain, bangsa, dan negara.
Sepanjang dilakukan untuk mengutamakan selarasnya kepentingan orang lain ataupun kepentingan bersama dengan kepentingan diri sendiri, maka sepanjang itu pula bahwa yang dilakukan merupakan suatu langkah yang terbaik.
Hal ini akan mengalir sebagai rangkaian bersama untuk bingkai negeri. Masing-masing dari kita memberikan kontribusinya secara bersama dengan baik. Pada tahap selanjutnya, hal itu akan mempercepat derap langkah maju untuk terwujudnya Indonesia maju. Inilah target bersama.
Mengukuhkan Persatuan
Dengan segala kontribusi positif yang telah dilakukan bersama, kolektif, dan berkelanjutan, maka akan mempercepat akselerasi pembangunan Indonesia. Pilar-pilar kecil pembangunan yang dilaksanakan pada setiap wilayah negeri ini akan menjadi akumulasi untuk memberikan dampak yang positif untuk seluruh wilayah Indonesia.
Sehingga yang dilaksanakan secara pribadi akan berpengaruh kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Sehingga perlakukan kecil yang dilakukan akan berdampak secara global.
Setiap diri yang berkelakukan baik, tanpa sengaja akan memberikan nuansa yang terbaik untuk kondusifitas berbangsa. Sehingga segala kebaikan yang dilakukan setiap pribadi akan menjadi akumulasi kolektif yang terbaik.
Ini akan mengukuhkan persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini membutuhkan kesadaran diri untuk berbuat yang terbaik pada setiap diri. Mulailah pada pada diri sendiri, mulai juga dari lingkungan terkecil.
Secara bersamaan, hal itu akan menjadi kolektivitas bersama untuk membangun negeri. Inilah pentingnya mengukuhkan persatuan dan kesatuan bangsa. Yang dinamakan bangsa itu, adalah bermula dari diri kita. Ya, diri kita sendiri. Perseorangan.
Kiranya momentum menyongsong kemerdekaan ke-79 kemerdekaan Republik Indonesia menjadikan spirit bangsa yang bertambah besar. Berbanggalah kita sebagai bangsa yang terdiri dari rangkaian segala keragaman.
Amat banyak keragaman yang ada pada diri kita, pada bangsa ini. Sungguh suatu mozaik besar yang indah, jika kita bersama tetap menjadi bagian kecil yang berkontribusi untuk kemajuan dalam pembangunan bangsa. Tetaplah menjadi bagian kecil yang berkontribusi secara positif untuk negeri tercinta, Indonesia.
Dirgahayu negeriku: Indonesia Maju!
====
Penulis seorang alumnus S3 USU dan ASN di Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara ([email protected])
====
medanbisnisdaily.com menerima tulisan (opini/artikel) terkait isu-isu aktual masalah ekonomi, politik, hukum, budaya dan lainnya. Tulisan hendaknya ORISINAL, belum pernah dimuat dan TIDAK DIKIRIM ke media lain, disertai dengan lampiran identitas (KTP/SIM), foto (minimal 700 px dalam format JPEG/posisi lanskap), data diri singkat (dicantumkan di akhir tulisan), nama akun FB dan No HP/WA. Panjang tulisan 4.500-5.500 karakter. Tulisan tidak dikirim dalam bentuk lampiran email, namun langsung dimuat di badan email. Redaksi berhak mengubah judul dan sebagian isi tanpa mengubah makna. Isi artikel sepenuhnya tanggung jawab penulis. Kirimkan tulisan Anda ke: [email protected]

