| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

TAHUN ini, pada tanggal 27 November, warga Kota Medan akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Dalam momen penting ini, warga Kota Medan berkesempatan untuk berpartisipasi menentukan nasib Kota Medan.
Berbeda dengan pilkada sebelumnya, pilkada kali ini akan dilaksanakan secara serentak di seluruh daerah Indonesia.
Selain itu, untuk Pilkada Kota Medan terdapat tiga pasangan calon yang siap berkontestasi, yaitu pasangan Rizki (Rico Waas dan Zakiyuddin), Berani (Ridha Dharmajaya dan Abdul Rani) dan Hiro (Hidayatullah dan Yasir Ridho).
Dari ketiga pasangan ini, sosok Ridha Dharmajaya adalah satu calon menarik untuk diperhatikan atau bahkan dipilih saat pilkada nanti.
Latar belakangnya unik apabila dibandingkan dengan calon lainnya. Nama lengkapnya adalah Prof Dr dr Ridha Dharmajaya SpBS.
Ia sudah malang melintang bergerilya ke berbagai tempat membuat gerakan sehat di Kota Medan, meskipun kehadirannya di kancah politik terbilang baru.
Dalam sejarah kepemimpinan Kota Medan, dari sejak masa Hindia Belanda pada tahun 1918, Kota Medan telah dipimpin 23 wali kota definitif.
Wali Kota itu terdiri dari berbagai bangsa, suku dan profesi. Namun dari semua Wali Kota yang pernah memimpin, dalam rentang waktu masa kepemimpinan sekitar lebih dari satu abad, tidak ada satu pun yang memiliki latar belakang sebagai profesor ataupun dokter spesialis seperti Ridha Dharmajaya.
Jika terpilih, tentu ia akan menjadi yang pertama dan memperbarui sejarah kepemimpinan Kota Medan. Keberadaan dua latar belakang ini patut menjadi pertimbangan warga Kota Medan memilih Ridha Dharmajaya.
BACA JUGA: Politikus Itu Kecukupan Akal Bukan Modal
Pertama, Ridha Dharmajaya Seorang Profesor
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, profesor atau guru besar adalah jenjang jabatan fungsional atau jabatan akademik tertinggi bagi dosen atau akademisi pada satuan pendidikan tinggi yang mempunyai kewenangan membimbing calon doktor.
Jenjang ini diberikan kepada seseorang yang tidak hanya berarti memiliki pengetahuan mendalam di bidangnya, tetapi mampu mengajar dan mencerahkan masyarakat karena wajib menulis buku dan karya ilmiah serta menyebarluaskan gagasannya.
Sebagai seorang profesor, tentu Ridha Dharmajaya telah terbiasa berpikir kritis, memecahkan masalah secara sistematis, dan mengambil keputusan strategis. Hal ini sangat penting dalam menghadapi tantangan kompleks di Kota Medan.
Memilih seorang akademisi apalagi seorang profesor untuk memimpin daerah mungkin belum lazim. Namun, sudah terdapat beberapa daerah di Indonesia yang dipimpin profesor.
Di bawah kepemimpinan seorang profesor, tidak hanya mampu mengambil keputusan strategis, tetapi juga mampu merancang kebijakan yang berbasis data sesuai penelitian sehingga tidak asal-asalan, cepat saji atau asal jadi. Kebijakan yang diambil menjadi tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomis dan politik semata.
Kedua, Ridha Dharmajaya seorang Dokter Spesialis Bedah Saraf
Selain sebagai profesor, Ridha Dharmajaya adalah seorang dokter spesialis bedah saraf. Kebiasaan Ridha Dharmajaya sebagai seorang dokter spesialis bedah saraf bisa memberikan manfaat saat memimpin Kota Medan.
Sebagai dokter spesialis bedah saraf, harus memiliki kemampuan analitis yang sangat tinggi. Setiap keputusan dalam pembedahan saraf, memerlukan pertimbangan yang cermat dan cepat, karena menyangkut keselamatan nyawa pasien.
Kemampuan ini sangat relevan dalam memimpin Kota, perlu pengambilan keputusan yang cepat, akurat, dan didasarkan pada analisis mendalam.
Dokter spesialis bedah saraf juga sering kali beroperasi di bawah tekanan luar biasa, kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
Pengalaman bekerja di lingkungan dengan tekanan tinggi ini memberikan keterampilan untuk mengelola krisis, yang sangat penting bagi seorang wali kota dalam menghadapi berbagai tantangan mengelola sebuah kota.
Seorang dokter spesialis bedah saraf sudah terbiasa bekerja dengan di tengah tekanan, menjadikannya seorang pemimpin yang mampu menghadapi situasi darurat.
Selain itu, profesi dokter, termasuk dokter spesialis bedah saraf, adalah profesi yang sangat erat dengan pengabdian kepada masyarakat.
Seorang dokter tidak hanya bekerja demi kepentingan pribadi, tetapi demi kepentingan orang banyak. Nilai pengabdian dan dedikasi ini adalah kualitas yang sangat penting bagi seorang pemimpin daerah.
Seorang dokter yang maju menjadi wali kota biasanya memiliki motivasi kuat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warganya, karena sudah terbiasa mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi.
Selain kedua pertimbangan itu, hal penting yang membuat Ridha Dharmajaya berbeda dari calon lainnya adalah kesesuaian visinya dengan latar belakang profesinya. Dengan mengusung "Medan Sehat Jiwa dan Raga", Ridha Dharmajaya memiliki misi untuk membangun Kota Medan yang lebih sehat, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga jiwanya.
Kesehatan bukan hanya soal pembangunan fisik semata, tetapi tentang bagaimana menciptakan kota yang mendukung kesejahteraan jiwa warganya.
BACA JUGA: Jangan Salah Pilih di Pilkada, Ini Kriterianya
Tidak sedikit-sedikit fisik, infrastruktur, buat apa kalau warganya sakit jiwa dan sakit raganya? Kota Medan sebagai kota besar memerlukan pemimpin yang peduli dan tulus pada kesehatan serta menjawab kebutuhan mendasar masyarakat dengan mulus.
Pada akhirnya, pilihan ada di tangan warga Kota Medan. Apakah mereka akan memilih untuk melanjutkan model kepemimpinan yang sudah ada atau berani mengambil langkah baru dengan memilih sosok yang menawarkan latar belakang berbeda dalam memimpin Kota Medan?
Ingat, Pilkada 27 November mendatang bukan hanya tentang memilih wali kota, tetapi juga tentang menentukan nasib Kota Medan.
Saatnya Medan berani, berani berubah, rasa-rasanya tak salah mengikrarkan bahwa Kota Medan memang butuh Profesor.
Memilih Prof Dr dr Ridha Dharmajaya SpBS, Kota Medan memiliki peluang besar untuk melakukan perubahan nyata, melangkah maju di bawah kepemimpinan yang baru.
Ayo, Kota Medan, saatnya berubah dan bersama mewujudkan Kota Medan yang sehat jiwa dan raga!
====
Penulis Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Medan
====
medanbisnisdaily.com menerima tulisan (opini/artikel) terkait isu-isu aktual masalah ekonomi, politik, hukum, budaya dan lainnya. Tulisan hendaknya ORISINAL, belum pernah dimuat dan TIDAK DIKIRIM ke media lain, disertai dengan lampiran identitas (KTP/SIM), foto (minimal 700 px dalam format JPEG/posisi lanskap), data diri singkat (dicantumkan di akhir tulisan), nama akun FB dan No HP/WA. Panjang tulisan 4.500-5.500 karakter. Tulisan tidak dikirim dalam bentuk lampiran email, namun langsung dimuat di badan email. Redaksi berhak mengubah judul dan sebagian isi tanpa mengubah makna. Isi artikel sepenuhnya tanggung jawab penulis. Kirimkan tulisan Anda ke: [email protected]

