| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com – Batu Bara. Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, terus mengukuhkan diri sebagai sentra produksi ikan asin dan ikan rebus yang menopang perekonomian masyarakat pesisir. Produk olahan hasil laut dari wilayah ini bahkan telah menembus pasar mancanegara.
Salah satu pelaku usaha rumahan yang cukup dikenal adalah Zulkifli (64), warga Desa Nanassiam, Kecamatan Medang Deras. Produk ikan rebus yang diolahnya dikenal berkualitas dan banyak diminati pedagang dari berbagai daerah yang datang langsung ke lokasi produksi.
Dedi, salah satu pedagang ikan, menyebut ikan rebus produksi Zulkifli memiliki kualitas lebih baik dibanding produk sejenis lainnya.
“Ikan Pak Zul kualitasnya bagus karena dibeli langsung di lokasi penjemuran, jadi masih segar dan tidak mudah rusak,” ujarnya.
Zulkifli menuturkan, usaha ikan rebus yang dikelolanya bersama keluarga telah berjalan selama enam tahun terakhir dan melibatkan enam tenaga kerja. Jenis ikan yang diolah antara lain ikan krisi, belanak, bidukang, serta udang.
“Prosesnya sederhana. Ikan segar dari nelayan kami cuci bersih, direbus dengan garam sekitar enam sampai tujuh menit, lalu dijemur kurang lebih enam jam,” jelasnya, Sabtu (10/1/2026).
Dalam satu hari, Zulkifli mampu mengolah antara 500 kilogram hingga 1 ton ikan rebus. Sebagian besar hasil produksi langsung diserap pedagang di lokasi, sementara sisanya dipasarkan ke sejumlah daerah di Sumatera Utara.
“Selain untuk pasar lokal, sebagian ikan rebus ini juga sudah diekspor ke luar negeri, salah satunya ke Mekah,” ungkapnya.
Meski permintaan terus meningkat, keterbatasan modal menjadi tantangan utama dalam pengembangan usaha. Zulkifli berharap adanya dukungan pemerintah daerah maupun pusat agar kapasitas produksi dapat ditingkatkan.
“Harapan kami ada bantuan permodalan dari pemerintah supaya usaha ini bisa lebih berkembang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja,” pungkasnya.

