| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Bentrokan dan aksi penyerangan di areal PT Belawan Indah (BI), Jalan Besar Medan-Belawan, Kampung Salam, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan kembali terjadi, Sabtu (20/6/2026).
Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya empat orang dari pihak PT BI mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pelindo Belawan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, para korban terdiri dari dua sopir truk dan dua petugas sekuriti yang mengalami luka akibat pukulan benda keras maupun sabetan senjata tajam.
Selain menimbulkan korban jiwa, aksi tersebut juga menyebabkan kerusakan pada satu unit mobil minibus Toyota BK 1599 OY yang disebut milik mandor PT BI. Sejumlah sepeda motor pekerja juga dilaporkan hilang dan diduga dijarah.
Seorang sopir PT BI yang menyaksikan kejadian itu mengatakan puluhan orang bersenjata tajam dan benda tumpul datang menyerang kawasan perusahaan. Kedatangan massa membuat ratusan sopir dan pekerja berlarian menyelamatkan diri.
"Kami hanya mencari nafkah di PT BI, tetapi terus merasa terancam. Persoalan ini sudah kami laporkan sebelumnya, namun sampai sekarang kami masih dihantui rasa takut," ujarnya.
Menurutnya, para pekerja akan tetap bertahan dan berharap dapat kembali bekerja dengan aman. Ia juga mengaku khawatir terhadap kondisi rekan-rekannya yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi menyebut kelompok penyerang diduga berasal dari salah satu organisasi kemasyarakatan dan dibantu sejumlah pemuda setempat. Mereka mengaku masih melihat beberapa pekerja yang sempat terjebak di dalam area kantor PT BI saat kejadian berlangsung.
Dalam suasana yang masih mencekam, seorang perempuan yang berusaha mendokumentasikan aksi perusakan kendaraan disebut sempat mendapat ancaman dari sejumlah orang yang membawa senjata tajam. Perempuan tersebut dipaksa menghapus foto yang telah diambil menggunakan telepon genggamnya.
Aparat kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan baru terlihat tiba di lokasi beberapa jam setelah insiden terjadi. Sementara itu, para korban luka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Pelindo Belawan dan mendapat penjagaan dari petugas kepolisian.
Hingga Sabtu petang, situasi di sekitar lokasi masih dilaporkan tegang. Sejumlah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan masih terlihat berada di sekitar kawasan PT BI dengan menggunakan sepeda motor.
Kuasa hukum PT BI, Darmawan Yusuf, mengecam keras aksi kekerasan tersebut dan mendesak aparat penegak hukum segera menangkap seluruh pelaku.
Menurut Darmawan, tindakan penyerangan yang berulang kali terjadi di lingkungan perusahaan tidak boleh dibiarkan. Ia meminta kepolisian menindak tegas seluruh pihak yang terlibat agar tidak menimbulkan korban lebih banyak.
Darmawan juga meminta perhatian Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Pelabuhan Belawan untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Ia menegaskan negara tidak boleh kalah terhadap praktik premanisme yang mengganggu keamanan masyarakat maupun dunia usaha.
Informasi yang diperoleh menyebutkan konflik bermula dari pembangunan pagar tembok yang dilakukan PT SBP di lahan yang diklaim milik PT BI.
Persoalan tersebut sebelumnya telah beberapa kali dimediasi oleh unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, kejaksaan, TNI, dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan.
Dalam mediasi itu, pihak terkait disebut meminta penghentian pembangunan karena belum memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta untuk mencegah potensi konflik. Namun pembangunan pagar dilaporkan tetap berlanjut hingga saat ini.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan terkait insiden tersebut.

