| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

SAYA akhirnya kembali mendampingi murid dalam ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia tingkat Provinsi Sumatera Utara. Ini kali kedua saya mendampingi siswa bertanding secara langsung setelah sebelumnya kompetisi siswa selalu diadakan daring. Tentu, luring lebih berkesan daripada aura daring.
Adalah keputusan yang sangat bijaksana ketika Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kompetisi ini secara luring dan dihadiri langsung oleh Kadis Pendidikan. Padahal, kini terjadi efisiensi anggaran. Sudah tiga tahun, pelaksanaan lomba dan kompetisi seperti ini selalu dibuat daring sehingga mengurangi animo dan motivasi murid.
Pada tahun ini, saya dua kali mengikuti dan mendampingi murid berlomba. Lomba pertama adalah Festival Musikalisasi Puisi yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara. Sayang sekali, Festival Musikalisasi Puisi ini terimbas efisiensi anggaran sehingga akomodasi dan transportasi ditanggung peserta.
Saya sempat merasa down karena tiadanya pendanaan. Apalagi dari sekolah kami juga belum menganggarkan dana untuk lomba dimaksud meski tahun ini merupakan tahun ketiga bagi kami untuk mengikuti lomba sejenis. Artinya, lomba ini sebenarnya sudah terjadwal, bukan insidental. Akhirnya, saya mencari bantuan dan mensubsidi biaya akomodasi dan transportasi.
Tahun ini juga, saya mendampingi murid untuk kompetisi di bidang FLS3N. Dua murid yang saya dampingi mendapatkan peringkat pertama di tingkat kabupaten. Namun, karena efisiensi anggaran, tiap Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX hanya mengutus satu pemenang untuk setiap cabang lomba.
Akhirnya, dua murid yang saya dampingi tidak ikut untuk pelaksanaan FLS3N tahun ini. Dan, tentu saja mereka sangat dan sangat kecewa. Saya bahkan masih melatih mereka sebelum akhirnya saya tahu bahwa ternyata yang diutus per Cabdis hanya satu orang. Seorang murid yang sudah persiapan bahkan sampai menangis kepada saya.
Ia bahkan berkata: Pak, ayolah tanding. Tak apa apa ongkos pribadi pun. Kubuktikan aku pasti bisa dapat nomor. Saya mengerti kekecewaannya. Dan andai ia ikut, belum tentu menang. Ia hanya ingin tampil setingkat provinsi. Namun, bukan mengecilkan kemampuan dan totalitasnya, ia memang sangat berbakat di bidang baca puisi.
Jangan-jangan ia bisa juara karena setelah melihat berbagai juara di kabupaten lain di provinsi lain, menurut saya, ia masih yang terbaik. Tetapi, apa pun itu, pelajaran pentingnya adalah tak semua keinginan kita akan tercapai begitu saja. Sebagai guru, kita tentu merasa sangat bangga ketika anak didik kita punya effort yang kuat untuk mengikuti festival.
BACA JUGA: Menggagas Dewan Kesenian Humbang Hasundutan
Terkadang, pembiayaan dari sekolah yang belum mampu mengakomodasi dan memfasilitasi segala festival. Maka, ketika Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara mengusahakan kompetisi luring, bagi saya itu sudah menjadi keberpihakan pada murid. Apalagi tak lama ini, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara konon juga akan melaksanakan Gebyar Pendidikan di wilayah Kantor Gubernur Sumatra Utara.
Semoga kegiatan-kegiatan kompetisi luring dan berjenjang makin sering dilakukan. Bagaimana pun, kegiatan seperti itu akan menjadi ajang unjuk kemampuan dan motivasi bagi para murid untuk mengembangkan bakat-bakat terpendamnya. Dengan begitu, kemandirian dan kreativitas siswa bisa dikembangkan.
====
Penulis Pembina Sanggar Maduma, Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Doloksanggul, Humbang Hasundutan
====
medanbisnisdaily.com menerima tulisan (opini/artikel) terkait isu-isu aktual masalah ekonomi, politik, hukum, budaya dan lainnya. Tulisan hendaknya ORISINAL, belum pernah dimuat dan TIDAK DIKIRIM ke media lain. Tulisan tidak dikirim dalam bentuk lampiran email, namun langsung dimuat di badan email, disertai dengan lampiran KARTU IDENTITAS (KTP/SIM/DLL), FOTO (minimal 700 px dalam format JPEG/posisi lanskap), DATA DIRI SINGKAT (dicantumkan di akhir tulisan), nama akun FB dan No HP/WA. Panjang tulisan 5.500-6.500 karakter. Redaksi berhak mengubah judul dan sebagian isi tanpa mengubah makna. Isi artikel sepenuhnya tanggung jawab penulis. Kirimkan tulisan Anda ke: [email protected]. Tidak ada korespondensi terkait layak atau tidaknya tulisan Anda diterbitkan. Silahkan bergabung di Halaman FB MedanBisnis Daily atau grup FB medanbisnisdaily.com untuk mengetahui artikel-artikel yang ditayangkan atau kunjungi website: medanbisnisdaily.com
====

