| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Anggota DPRD Kota Medan, Faisal Arbie mengajak masyarakat untuk tidak takut berobat ke rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan, RSUP dr Pirngadi Medan. Menurutnya, rumah sakit tersebut terus melakukan pembenahan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Jadi, kepada masyarakat Medan, tidak ada lagi kekhawatiran terkait pelayanan kesehatan. Maka jangan menolak kalau dirujuk ke RS Pirngadi," kata Faisal Arbie kepada medanbisnisdaily.com, Senin (15/6/2026).
Politikus Partai NasDem itu mengakui persoalan pelayanan kesehatan masih menjadi salah satu keluhan masyarakat, khususnya di daerah pemilihannya yang meliputi Kecamatan Medan Deli, Medan Tembung, Medan Timur dan Medan Perjuangan.
Keluhan tersebut kembali ia temui saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) ke-VI Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Timah I Lingkungan VII, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Minggu (14/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat masih mengeluhkan adanya rumah sakit yang menolak pasien dengan alasan kamar penuh.
"Sangat disesalkan masih ada pihak rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan maksimal kepada pasien BPJS Kesehatan. Itu harus dilawan," tegasnya.
Faisal menegaskan seluruh rumah sakit harus memberikan pelayanan kepada masyarakat, terlebih biaya pengobatan peserta program Universal Health Coverage (UHC) telah dijamin oleh Pemerintah Kota Medan.
Untuk itu, ia mengingatkan agar tidak ada lagi rumah sakit yang menolak pasien yang datang berobat tanpa memberikan penanganan awal.
"Yang pasti pasien harus ditangani dan diberikan pertolongan pertama. Kalau ada yang menolak tanpa memberikan pertolongan atau obat, lapor ke saya supaya kita tindak lanjuti, tidak perlu diviralkan," ujarnya.
Menurut Faisal, peningkatan kualitas layanan kesehatan harus menjadi perhatian seluruh fasilitas kesehatan agar masyarakat dapat memperoleh hak pelayanan kesehatan secara maksimal tanpa diskriminasi.

