| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |
MedanBisnis - Kupang. Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis mengapresiasi capaian pembangunan jalan dan sumber daya air yang mengalami kemajuan yang sangat signifikan selama masa Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
"Pembangunan jalan dan air dalam masa pemerintahan Jokowi-JK patut mendapat apresiasi karena mengalami kemajuan yang sangat signifikan," kata Ketua Komisi V yang bermitra dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu kepada wartawan di Kupang, Rabu (27/12).
Politisi Partai Gerindra dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur mengatakan dalam catatan komisinya, pembangunan jalan nasional yang sudah direalisasikan hingga tahun 2017 mencapai 2.623 kilometer dari target lima tahun sepanjang 2.650 kilometer.
"Khusus untuk pembangunan jalan bebas hambatan meski dikebut lagi oleh pemerintah karena dari target sepanjang 1.027 kilometer, tercapai saat ini baru 586 kilometer," katanya.
Sementara itu, untuk pembangunan jembatan sudah mencapai 23.601 meter dari yang ditargetkan 29.859 meter selama lima tahun. "Kami akui mitra kami Kementerian PUPR memang cukup kebut soal pembangunan jalan ini karena kalau kita lihat capainnya memang mengalami kemajuan yang sangat signifikan," katanya.
Sementara pembangunan sumber daya air berupa bendungan juga sudah mencapai lebih dari 50 persen atau terealisasi sebanyak 39 bendungan dari yang ditargetkan sebanyak 65 bendungan.
Sedang, pembangunan embung sejauh ini sudah mencapai 844 buah dari target pembangunan selama lima tahun sebanyak 1.088 embung.
Ia memberi catatan khusus untuk pembangunan sumber daya air terutama pada jaringan irigasi karena capainnya belum seimbang dengan pembangunan bendungan dan embung yang ada.
Ia menjelaskan, pembangunan jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat baru mencapai 232.043 hektare dari target seluas 561.000 hektare.
Sementara itu yang masih jauh di bawah target yakni pembangunan jaringan irigasi yang menjadi kewenangan provinsi dan kabupaten/kota karena baru dibangun 33.537 hektare dari target 438.000 hektare.
"Ini yang menjadi catatan kami soal sumber daya air, meskipun bendungan dan embung sudah dibangun banyak tapi harus diikuti dengan jaringan irigasinya sehingga masyarakat petani kita bisa merasakan langsung manfaatnya," demikian Fary Djemi Francis. (ant)Medina Travel Pastikan Calon Jemaah Berangkat Umrah
MedanBisnis-Jakarta
PT Medina Zein Global Travellindo membenarkan jika Hermansyah tersangka penipuan tiket dan visa calon jemaah umrah merupakan salah satu stafnya. Meski tengah mengurus perkara tersebut ke polisi, Medina Travel memastikan seluruh calon jemaah bakal berangkat umrah.
"Saya klarifikasi ini pure kesalahan internal manajemen, saya bertanggung jawab semuanya," kata CEO PT Medina Zein Global Travellindo, Medina Zein, saat berbincang via telepon, Kamis (28/12).
Setelah dicek rupanya Herman telah melakukan pemalsuan tiket calon jemaah umrah hingga Februari 2018. Namun, Medina memastikan seluruh calon jemaah yang berangkat pada Januari akan tetap terbang umrah sesuai jadwal.
"Herman membuat tiket palsu sampai Februari. Per hari ini, (kerugian) PT MZ sampai Rp 5,8 miliar. Ini semua tiket sudah kami belikan baru untuk jemaah. Jadi jemaah untuk Januari dipastikan tetap berangkat, nggak usah khawatir," ujarnya.
Dia juga menjelaskan pada Sabtu, 23 Desember 2017, ada 77 calon jemaah yang panik karena tiketnya diketahui palsu. Namun, Medina menegaskan dirinya tak pernah sekalipun menelantarkan jemaah.
"Kalau saya dibilang menelantarakan tidak, malah saya kasih faislitas lebih. Penerbangan mereka (jemaah) ada yang di-upgrade ke bussines class, mereka yang marah-tetap tetap saya berangkatkan." katanya.
Memang, saat itu ada para jemaah diberangkatkan dengan sistem kloter. Hal itu, dikarenakan high season menjelang akhir tahun.
"High season susah banget (cari tiket), bukan karena materi tapi gimana caranya mereka berangkat karena menyangkut nama baik saya. Akhirnya dapat tiket 6 saya berangkatkan dulu, kemudian 25 jemaah tengah malam, (lanjut) 27 jemaah lagi, sisanya 19 di tanggal 29 Desember mereka bussines class," urainya.
Medina menerangkan saat menunggu mendapatkan tiket, dia juga menginapkan para jemaah di hotel di dekat bandara. Dia tak ingin para jemaah yang menggunakan jasanya kecewa.
"Tidak ada yang dirugikan dari jemaah, bahkan jemaah sudah saya upgrade fasilitas dan lain-lain, hotel di Aston. Alhamdulilah mereka tetap happy meski banyak banget komplain, mereka tetep seneng," ujar Medina.
Hermansyah ditangkap pada 24 Desember 2017. Ia kini ditahan di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, dan dijerat pasal 263 KUHP dan atau pasal 374 KUHP. (dtc)

