| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |
MedanBisnis - Pekanbaru. Teka teki siapa sebenarnya pelaku pembakar Istana Siak di Riau terjawab sudah. Pelaku yang bernamaTengku Said Abdullah (41) ternyata masih keluarga anak angkat kerajaan Siak.
"Sangkutannya ini anak angkatnya salah satu keluarga dari Istana Siak," kata Kapolda Riau, Irjen Nandang, Rabu (10/1/2017).
Pelaku Tengku Said, kata Nandang, awalnya berjualan di belakangan Istana Siak. Dulunya pelaku menjual cendera mata di sekitaran istana.
"Tadinya (pelaku) berjualan di belakang istana itu, ada kios. Terus sekarang dilarang, karena dia merasa kecewa atas pelarangan itu sehingga dia melakukan pembakaran itu," kata Nandang.
Pihaknya tidak bisa menilai apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak. Dia akan meminta psikiater untuk memastikan hal tersebut.
"Kan itu baru ditangkap hari ini, waras tidaknya kan bukan tugasnya polisi, ada psikiater dan ada psikolog," kata Nandang.
Terkait pelaku mengaku ada bisikan dari almarhum neneknya, menurut Nandang, sah-sah saja pengakuan tersebut.
"Ya bisa-bisa saja dia ngomong begitu. Tapikan bagaimana bisa berkomunikasi mahkluk yang sudah duluan (meninggal) dengan yang hidup," kata Nandang.
Pihak Polda Riau pun, kata Nandang, tetap akan melakukan pemeriksaan jiwa terhadap pelaku.
" Ya harus (pemeriksaan), kalau memang menentukan apakah dia mempertanggungjawabkan perbuatannya ya tentu nanti psikiatri yang memeriksanya," tutup Nandang. (dtc)

