| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Samosir. Di tengah gejolak yang melanda berbagai daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini, Forkopimda Samosir bersama elemen masyarakat duduk bersama.
Langkah dini untuk menjaga kondusifitas daerah dilakukan Forkopimda dengan melakukan diskusi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, ormas, organisasi kepemudaan dan elemen lainnya, termasuk pelaku media.
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Ketua DPRD Nasip Simbolon, Kapolres Rina Frillya, Kajari Karya Graham Hutagaol dan mewakili Dandim 0210/TU, sama-sama menyatakan sikap untuk saling mendukung dalam menjaga kamtibmas dan pernyataan itu mendapat respon positif dari seluruh elemen yang hadir.
Diskusi yang diadakan di Aula Kantor Bupati Samosir, Jalan Rianiate Pangururan, Senin (1/9/2025) sangat penting mengingat Kabupaten Samosir merupakan daerah yang kental dengan adat istiadat dan kearifan lokal.
"Sampai saat ini Samosir kondusif dan damai, namun perlu antisipasi awal terhadap hal hal yang mengganggu kamtibmas," ujar Bupati Vandiko.
Menurutnya, sudah muncul ajakan di media sosial untuk melakukan aksi demontrasi maupun aksi solidaritas di Kabupaten Samosir. "Kita perlu mencegahnya, tapi tidak melarang untuk menyampaikan aspirasi," ujarnya.
Namun penyampaian aspirasi, kata Vandiko, disampaikan dengan serta menghindari tidakan anarkis yang menimbulkan pengrusakan merugikan fasilitas umum.
"Selain memperlambat pembangunan infrastruktur, kalau tidak kondusif citra kepariwisataan Samosir akan negatif," imbuhnya.
Bupati Vandiko mengajak seluruh lapisan masyarakat, agar bijaksana menyikapi dinamika dan isu nasional yang berkembang sekarang ini.
"Kita mengimbau masyarakat Samosir tidak melakukan provokasi dan tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab," tegas Vandiko
Hal senada disampaikan Ketua DPRD Nasip Simbolon, yang menekankan perlunya melakukan pertimbangan atas ajakan melakukan aksi di media sosial. "Kita terikat adat istiadat dan kekeluargaan," pungkasnya.
Menurutnya, terkait aspirasi masyarakat ke DPRD Samosir, legislatif akan menampungnya. "Tapi yang paling penting sekarang, dilakukan dengan baik, tanpa menciderai nilai nilai kearifan lokal," pungkas Nasip.
Ketua Forum Komunikasi Tokoh Masyarakat (FKTM) Kabupaten Samosir, Obin Naibaho menyakini masyarakat masih erat dengan prinsip "Dalihan Natolu" sehingga Samosir akan selalu aman dan damai. "Kita menyatakan sikap untuk mendukung pemerintah menjaga keamanan dan ketertiban masyarkat," tegasnya.
Sementara Kapolres Samosir, AKBP Rina Frillya menyebutkan, pihak kepolisian memonitor dari beberapa group medsos ajakan memancing masyarakat berbuat hal serupa denga daerah lain.
"Ini harus kita antisipasi, misalnya ada yang mau unjuk rasa, tetap kita terima sehingga tidak merasa terhalangi tapi kita cegah jangan sampai anarkis," tegas Rina.
Selanjutnya ia menyampaikan, jika ada tuntutan masyarakat, boleh disampaikan dengan tertib. "Jangan sampai ada penjarahan," imbuhnya.

