| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Samosir. Dua objek wisata di Kabupaten Samosir, yakni Waterfront City (WFC) Pangururan dan Menara Pandang Tele dikunjungi 105.676 wisatawan, baik warga Samosir dan luar daerah dalam periode Juni-Juli 2025 dan menyumbang pendapata asli daerah (PAD) Rp 2.053.150.000.
Hal ini diungkapkan Ketua Tim Pengelola Sementara Waterfront City Pangururan, Rudi SM Siahaan kepada medanbisnisdaily.com, Kamis 7/8/2025), di Pangururan.
Tim Pengelola Sementara Waterfront City Pangururan juga mengelola objek wisata Menara pandang Tele yang berada di Desa Turpuk Limbong, Kecamatan Harian.
Kedua objek wisata tersebut dibangun pemerintah pusat dan hingga kini pengelolaan maupun asetnya belum secara resmi diserahkan kepada Pemkab Samosir.
Rudi SM Siahaan menjelaskan, 105.676 kunjungan wisatawan itu mereka catat sejak 21 Juni-13 Juli 2025 atau saat musim liburan sekolah yang dimulai pada akhir Juni hingga pertengahan Juli 2025 .
Ia merinci, pengunjung di WFC Pangururan dengan tiket masuk Rp 10.000, sebanyak 4.400 dengan KTP Samosir. "Sebanyak 39.022 pengunjung dengan tiket masuk Rp 20.000 KTP luar Samosir," sebut dia.
Maka jumlah total, dikatakan Rudi, sebanyak 43.422 pengunjung dengan total Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 824.440.000.
Menurut dia, Panorama Tele masih menjadi favorit pengunjung, terutama dari luar Kabupaten Samosir. "Hanya 1.637 pengunjung yang memiliki KTP Samosir," imbuhnya.
Mantan Kepala Bappeda Samosir itu membeberkan, wisatawan yang memadati objek wisata Menara Pandang Tele dengan panorama indah, dikunjungi 62.254 dengan KTP luar daerah.
Total Pendapatan Asli Daerah dari Panorama Tele selama interval Juni-Juli 2025 menunjukkan angka signifikan sebesar Rp 1.228.710.000.
Antusias pengunjung yang memadati Waterfront City Pangururan dan Panorama Tele, diterangkan Rudi, tak lepas dari potensi alam yang indah dan atraksi air mancur menari.
"Maka total pengunjung di dua titik objek wisata ini, sebanyak 105.676 orang dengan PAD sebesar Rp 2.053.150.000," ujarnya lagi.

