| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Lake Toba Writers Festival (LTWF) 2025 kembali digelar. Tahun ketiga ini, perhelatan yang mempertemukan penulis, pembaca, budayawan, media, pejabat, pendidik, pemerhati literasi dan mahasiswa ini digelar di dua tempat, yakni Medan dan Samosir.
Untuk pembukaan berlangsung di Ruang Serba Guna Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Rabu (10/9/2025). Kemudian gawean prestius ini dilanjutkan di Kabupaten Samosir (11-13/9/2025)
Acara pembukaan LTWF 2025 dihadiri Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara Desni Maharani Saragih.
Sementara Rektor USU Prof Dr Muryanto Amin diwakili Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU Prof Dr Dra T Thyrhaya Zein MA. Juga hadir Konsul Jenderal India di Medan Mr Ravi Shanker Goel
Dalam pengantarnya, inisiator LTWF yang juga pendiri WISE Amol Titus menyatakan rasa syukurnya karena festival ini dapat dimulai di Medan setelah dua tahun hanya diselenggarakan di Samosir.
Hal ini, menurutnya, sejalan dengan misi edukasi festival untuk bekerja sama dengan universitas, khususnya USU, agar mahasiswa lebih memahami sastra dan budaya.
"Kami sangat bersyukur bisa memulai acara di Medan. Misi kami juga edukasi dan kerja sama dengan universitas, supaya mahasiswa juga tahu tentang sastra dan budaya," ujar Amol di acara pembukaan.
Ia menambahkan, festival ini juga menjadi wadah ekspresi budaya Batak, dengan sesi diskusi dalam bahasa Batak dan pertunjukan tari yang terinspirasi dari puisinya sendiri, "Balada Danau Toba".
Lebih lanjut, Amol Titus mengungkapkan bahwa festival ini juga mengadakan lomba menulis untuk anak muda.
Amol berharap, kegiatan ini menjadi platform bagi penulis muda untuk mendapat bimbingan dari penulis senior.
"Jangan berhenti mencari ide-ide orisinal. Mulai saja dari hati dan tulis dengan tulus," pesannya kepada para penulis muda.
Amol mengaku bangga festival ini berhasil meraih penghargaan dari Global Association hanya dalam tiga tahun, membuktikan kualitas dan kontribusinya. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kantor Gubernur, Balai Bahasa, dan Konsul Jenderal India, menjadi dorongan penting untuk kesuksesan acara ini.
Amol menegaskan pentingnya membaca sebagai pondasi utama bagi setiap penulis.
"Jika mahasiswa membaca, mereka akan memiliki pondasi yang kuat untuk mengembangkan kreativitas. Rumah kreatif bisa kokoh jika pondasinya kuat," ujarnya.
Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh mahasiswa, bahwa di tengah kemajuan teknologi, kemampuan untuk menulis dengan tulus dan orisinal tetap menjadi kunci untuk melahirkan karya-karya sastra yang bermakna dan abadi.
Rektor USU Prof Muryanto dalam pidato tertulisnya yang dibacakan Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU Prof Dr Dra T Thyrhaya Zein MA menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan festival yang dinilainya sebagai jembatan untuk memahami dunia, memperkuat identitas, serta merajut solidaritas kemanusiaan.
"Festival ini bukan sekadar pertemuan para penulis, melainkan ruang berharga untuk mempertemukan karya dan gagasan, yang membalut budaya lokal dalam bingkai modern," ujar Prof Thyrhaya.
Prof Thyrhaya menekankan peran penting Danau Toba sebagai tuan rumah yang bukan hanya warisan geologi, tetapi juga rumah bagi budaya Batak yang megah.
Pemerintah Provinsi Sumut mendukung penuh acara ini sebagai agenda penting yang menguatkan literasi dan identitas Sumatera Utara.
"Tema festival tahun ini adalah 'Lingkungan dan Identitas'. Lingkungan dan identitas adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Danau Toba sebagai ikon Sumatera Utara adalah bukti nyata keterkaitan ini," kata Desni.
Desni berharap, festival ini dapat melahirkan lebih banyak penulis muda dari Sumatera Utara yang mampu menembus panggung nasional dan bahkan internasional
Melengkapi informasi, sejumlah pembicara akan menyampaikan pemikirannya dalam festival ini. Yakni Amol Titus, Ika Natassa, Asma Nadia, Saut Poltak Tambunan, Azizul Kholis, Robert Sibarani, Thompson Hs.
Kemudian Soekirman, Jones Gultom, Askolani Nasution, Martha Pardede, Tajuddin Idris, Erlina Siahaan, Budi Hutasuhut dan Mikael Naibaho, Emma Marsella (komentator)
Pada LTWF 2025 juga dilakukan penghormatan kepada Pramoedya Ananta Toer dan penyair legendaris Inggris William Wordsworth. Acara juga diisi dengan pertunjukan Opera Batak dan donasi buku.

