| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) telah menjadi perbincangan yang hangat saat ini di dunia bisnis. Potensi AI dalam mendukung perkembangan dunia bisnis pun tidak perlu diragukan lagi.
Kehadiran AI menjadi disrupsi dalam dunia bisnis. AI bagian dari inovasi atau cara-cara baru yang menggantikan cara-cara lama yang mencakup pengenalan teknologi baru, perubahan fundamental dalam proses produksi atau distribusi, pergeseran perilaku konsumen, dan lain sebagainya. Era disrupsi adalah masa di mana inovasi dan perubahan terjadi secara masif.
Di masa depan, AI diprediksi akan menjadi pondasi bagi bisnis yang sukses, mengantarkan menuju era baru yang penuh dengan efisiensi, inovasi, dan keuntungan.
Penerapan AI saat ini dalam bisnis bukan sekadar tren, melainkan sebuah keharusan. Di era digital ini, perusahaan yang ingin bertahan dan berkembang harus berani beradaptasi dan memanfaatkan kekuatan AI untuk mengoptimalkan berbagai aspek bisnis.
Sudah banyak perusahaan yang membuktikan mampu bertahan dan berkembang ketika mampu beradaptasi dengan teknologi dalam bidang AI. Salah satunya adalah Unilever.
BACA JUGA: Negosiasi Bisnis Era Digital
Perusahaan yang bergerak di bidang consumer goods ini menggunakan AI dalam proses bisnisnya. Penerapan AI dalam marketing Unilever ini bisa dilihat melalui upaya Unilever dalam menggunakan big data untuk mendapatkan insight yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis.
Data ini mereka dapatkan dari berbagai sumber, mulai dari CRM (Customer Relationship Management), social listening, maupun dengan melakukan riset secara tradisional
Starbucks Coffee yang mempunyai banyak cabang di berbagai negara ini ternyata juga menggunakan AI dalam menjalankan bisnisnya. Starbucks menyediakan layanan virtual barista yang memungkinkan pengguna memesan minuman dengan ‘racikan’ sesuka hati.
Layanan barista virtual ini menggunakan AI-based application. Nantinya, data pesanan yang diterima Starbucks akan digunakan sebagai dasar pengembangan produk. (https://kontenesia.com, 26 Oktober 2023).
BACA JUGA: Pesatnya Layanan FinTech, Ancaman atau Anugerah?
Pemicu Transformasi
AI membawa transformasi revolusioner dan membuka peluang tak terhingga dalam dunia bisnis. Teknologi AI ini menjelma menjadi asisten cerdas yang membebaskan manusia dari tugas-tugas berulang, memakan waktu, dan meningkatkan produktivitas.
Bayangkan saja proses manufaktur yang dioptimalkan oleh AI, di mana setiap langkah produksi dipantau dan disesuaikan secara real time untuk mencapai efisiensi yang maksimal.
Tak hanya itu, analisis keuangan menjadi lebih presisi dengan kemampuan AI dalam memproses dan menganalisis data dalam jumlah besar dengan cepat dan akurat, serta membantu pengambilan keputusan yang lebih strategis dan lebih baik.
Di sisi lain, layanan terhadap pelanggan pun mengalami revolusi yang besar. Dengan AI, perusahaan dapat menyediakan layanan pelanggan yang selalu aktif 24 jam setiap hari, yaitu chatbot.
Chatbot adalah asisten virtual yang didukung oleh AI yang memberikan respons cepat dan tepat terhadap pertanyaan dan keluhan pelanggan tanpa harus bergantung pada jam kerja manusia.
Selain itu, AI juga mampu mengubah cara dalam memasarkan produk dan jasa. Dengan analisis data yang mendalam dan prediksi yang akurat, perusahaan dapat memahami perilaku konsumen lebih baik dari sebelumnya, sehingga mampu menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif dan tepat sasaran.
BACA JUGA: QRIS Revolusi Digital dalam Transaksi Nontunai
Gerbang Inovasi
Tak dapat dipungkiri pada era digital sekarang ini, AI telah menjelma menjadi sebuah kunci dalam membuka gerbang inovasi bagi para pelaku bisnis. Tak memandang apakah bisnis tersebut dalam skala besar, menanga, atau kecil.
Kemampuannya untuk menganalisis data, mengotomatisasi tugas, dan membuat prediksi telah membuka peluang baru dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, menciptakan produk serta layanan yang inovatif bagi pelanggan.
Akan tetapi, untuk dapat mengoptimalkan potensi AI dan membuka gerbang inovasi tersebut, diperlukan strategi dari para pelaku bisnis. Seperti memilih teknologi AI yang tepat.
Ada beragam teknologi AI yang tersedia, namun masing-masing AI tersebut memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri. Oleh sebab itu, pelaku bisnis perlu memilah teknologi AI seperti apa dengan kebutuhan bisnis.
Selain itu, pelaku bisnis harus memastikan bahwa para karyawan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang AI dan bagaimana cara mengoperasikannya.
Karena itu perlu melakukan program pelatihan dan pengembangan bagi karyawan. Dapat diketahui bahwa karyawan yang terampil dalam mengunakan AI akan lebih mampu mengidentifikasi peluang berinovasi dan mengimplementasikannya secara efektif.
Kemampuan AI untuk menganalisis data dan memahami pola perilaku manusia membuka peluang baru untuk menciptakan produk dan layanan yang lebih tepat sasaran.
Hal ini akan meningkatkan kepuasan pelanggan, mendorong loyalitas, dan meningkatkan profitabilitas bisnis. Karena AI sangat bergantung pada data untuk berfungsi dengan baik.
Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengumpulkan data yang relevan dan berkualitas dari berbagai sumber serta dianalisis dengan baik untuk memastikan akurasi dan relevansi.
Jika perlu lakukan kolaborasi dengan para ahli AI dan perusahaan teknologi. Hal ini juga dapat memberikan keuntungan besar dalam hal membantu pengembangan AI yang lebih canggih dan sesuai dengan kebutuhan bisnis. Kerja sama ini juga memungkinkan transfer pengetahuan dan teknologi yang dapat mempercepat proses inovasi.
BACA JUGA: Mengoptimalkan Hubungan Dagang
Pengembangan AI terus berproses dan potensinya dalam merevolusi dunia bisnis sangatlah besar. Bisnis yang dapat memanfaatkan AI secara efektif akan berada dalam posisi yang menguntungkan untuk bersaing di masa depan.
Mengimplementasikan AI dalam bisnis membuka berbagai peluang untuk berinovasi. Dengan terus mengintegrasikan teknologi AI, bisnis dapat mencapai tingkat efisiensi, kreativitas, dan keunggulan kompetitif yang sebelumnya tidak terbayangkan.
Penerapan AI dalam bisnis juga membutuhkan komitmen, investasi, dan kesabaran. Namun, dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang tepat, AI dapat menjadi alat yang ampuh untuk membuka gerbang inovasi dan mendorong bisnis menuju kesuksesan yang lebih tinggi.
Perlu diingat juga bahwa AI bukan solusi yang instan, tetapi alat yang dapat membantu para pelaku bisnis dalam mencapai tujuan bisnisnya dengan lebih cerdas dan efisien.
====
Penulis Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Prodi Manajemen Universitas Katolik Santo Thomas Medan.
====
medanbisnisdaily.com menerima tulisan (opini/artikel) terkait isu-isu aktual masalah ekonomi, politik, hukum, budaya dan lainnya. Tulisan hendaknya ORISINAL, belum pernah dimuat dan TIDAK DIKIRIM ke media lain, disertai dengan lampiran identitas (KTP/SIM), foto (minimal 700 px dalam format JPEG/posisi lanskap), data diri singkat (dicantumkan di akhir tulisan), nama akun FB dan No HP/WA. Panjang tulisan 4.500-5.500 karakter. Tulisan tidak dikirim dalam bentuk lampiran email, namun langsung dimuat di badan email. Redaksi berhak mengubah judul dan sebagian isi tanpa mengubah makna. Isi artikel sepenuhnya tanggung jawab penulis. Kirimkan tulisan Anda ke: [email protected]

