| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Samosir. Petani di Kabupaten Samosir menjerit akibat kemarau yang berkepanjangan hingga mereka gagal panen.
Di Desa Panampangan Kecamatan Pangururan, misalnya, lahan persawahan padi tampak kering. Hingga dipastikan gagal panen.
Selanjutnya di Desa Sinabulan, Kecamatan Pangururan petani jagung menjerit, karena jagung yang ditanam gagal panen.
Seorang petani jagung di Desa Pardugul, Panagururan juga mengalami gagal panen, Halomoan Nainggolan kepada medanbisnisdaily.com menjelaskan, biasanya menanam 5 rante mendapatkan hasil sekira 1 ton.
"Tapi untuk musim tanam kali ini gagal total," ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Warga lainnya, Asisten Sinabutar sebagai petani bawang mengalami hal serupa. "Dari hasil tanam bibit bawang 50 kg gagal panen total padahal walaupun sempat kita usahakan menyiram dengan mengambil air Danau Toba," sebutnya sedih.
Nasib miris yang dialami petani Samosir akibat kemarau yang berkepanjangan, perlu menjadi atensi pemerintah.
Sampai berita ini dirilis, Kadis Ketahanan Pangan da Pertanian belum menjawab medanbisnisdaily.com terkait upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk membantu petani yang mengalami gagal panen.

