User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
Ex. Lito
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,395.00 11,425.00
SGD 9,106.50 9,145.95
JPY 111.61 112.25
MYR 3,500.77 3,538.01
CNY 1,827.90 1,841.70
THB 351.92 356.21
HKD 1,469.30 1,473.65
EUR 15,755.95 15,821.45
AUD 10,670.35 10,721.35
GBP 19,167.55 19,242.05
Last update: 17 Apr 2014 09:00 WIB
Headline News
Rabu, 27 Feb 2013 07:30 WIB - http://mdn.biz.id/n/15077/ - Dibaca: 414 kali
11 Dirut BUMN Terancam Dipecat
FORUM KESATUAN FINANSIAL INTERNASIONAL Menteri BUMN Dahlan Iskan menyampaikan paparan saat menjadi pembicara pada seminar bertajuk "The International Financial Inclusion Forum"yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri di Jakarta, Selasa (26/2). Forum internasional yang dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi nyata terkait berbagai permasalahan keuangan makro dan mikro sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Indonesia. (ant/wahyu putro a)
MedanBisnis - Jakarta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan menjatuhkan sanksi berat berupa pemecatan terhadap 11 direktur utama BUMN yang masih mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN). Setidaknya ada 13 bos perusahaan pelat merah yang mengajukan permohonan suntikan modal ke pemerintah melalui Kementerian BUMN.
Namun dua dirut BUMN yakni Perum Jamkrindo dan PT Askrindo tidak akan dipersoalkan karena sudah tercatat akan menerima PMN di APBN sebagai konsekuensi penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR)."Saya kaget ternyata ada beberapa BUMN yang ingin dapat PMN. Masih ada 13 BUMN yang direksinya masih mengajukan PMN," tutur Dahlan usai
Rapim BUMN di Kantor Plaza Bank Mandiri Jakarta, Selasa (26/2).

Mantan bos PLN ini menegaskan, tidak ada alasan lagi bagi para dirut BUMN untuk mengajukan PMN. Menurutnya, direksi perusahaan plat merah dibayar tinggi untuk mencari solusi bukan malah bersifat manja meminta PMN. Namun, BUMN bisa saja menerima PMN dengan syarat menerima penugasan khusus tetapi tidak boleh mengajukan.

"Karena direksi yang masih minta PMN. Dia nggak sanggup cari jalan keluar di perusahaan masing-masing. Kalau Dirut minta PMN, mending nggak usah diangkat jadi direksi. Saya nggak peduli sakit, nggak sakit. Saya nggak peduli," tambahnya.

Bahkan Dahlan memberi waktu hingga besok kepada 11 Dirut BUMN yang telah mengajukan surat permohonan PMN untuk mencabut atau menarik suratnya kembali. Jika hal tersebut tidak dilakukan, Dahlan mengancam akan memberhentikan atau mengganti sang dirut.
"Saya minta dirut mencabut suratnya, batas surat besok sore (hari ini-red). Kalau masih besok sore, belum dicabut, dirut saya ganti," cetusnya.

Adapun BUMN yang mengajukan PMN ke Kementerian BUMN adalah Perum Perikanan Indonesia (PPI), PT Boma Bisma Indra, PT Askrindo, Perum Jamkrindo, PT Pertani, PT Batan Tekno, PT Dok Kodja Bahari (DKB), PT Dok Perkapalan Surabaya (DPS), Perum LKBN Antara, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Hutama Karya (HK), PT Barata, dan PT Inka
Dahlan menegaskan tidak ada lagi BUMN yang mendapat suntikan modal. "Meskipun ada BUMN yang sudah ditetapkan mendapat PMN dalam APBN 2013, tetap saya minta dicabut," katanya.

Dua BUMN Surveyor Merger
Dahlan Iskan mengemukakan pula pekan ini proses merger atau penggabungan dua BUMN surveyor yakni PT Surveyor Indonesia dan PT Sucofindo tuntas dilaksanakan. Setelah dimerger, dua BUMN ini akan bernama PT Surfindo.

Nama ini merupakan gabungan dari nama Surveyor Indonesia dan Sucofindo. Dahlan beralasan, nama tersebut diambil supaya pelanggan kedua BUMN tersebut tidak bingung atau asing dengan nama baru ini."Surveyor Indonesia dan Sucofindo minggu ini proses konsolidasi (merger) selesai," tuturnya.

Setelah digabung, BUMN ini akan menjadi semakin kuat. Selain itu, pasca penggabungan, Dahlan menegaskan, tidak akan ada pengurangan pegawai bahkan yang ada malah penambahan pegawai.

Pada kesempaan yang sama, Dahlan juga menuturkan, dirut Surveyor Indonesia yakni Fahmi Sadiq akan ditunjuk sebagai dirut baru Surfindo."Minggu ini pengangkatan selesai," tegasnya. (dtf/ant)
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook