User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,605.00 11,635.00
SGD 9,233.80 9,273.25
JPY 113.08 113.72
MYR 3,532.01 3,569.72
CNY 1,856.70 1,870.35
THB 355.93 359.95
HKD 1,496.60 1,500.95
EUR 16,027.75 16,093.65
AUD 10,774.15 10,826.45
GBP 19,468.55 19,543.35
Last update: 24 Apr 2014 09:00 WIB
Headline News
Minggu, 31 Mar 2013 07:51 WIB - http://mdn.biz.id/n/20804/ - Dibaca: 5,968 kali
Sepeda Listrik yang Hemat Listrik
Sepeda Listrik.(medanbisnis/sri mahyuni)
Tampaknya belakangan ini sepeda listrik mulai menguasai pasar. Tidak sedikit masyarakat Indonesia, khususnya Kota Medan, menjadikan sepeda listrik sebagai alat transportasi dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Bukan saja karena harganya yang murah, keamanan saat menggunakannya pun menjadi alasan utama mereka memilih sepeda listrik ini.
Salah seorang penjual sepeda listrik, Tjuandry atau yang lebih dikenal dengan Acuan mengatakan, produk asal China ini sebenarnya adalah sepeda dayung yang sudah dilengkapai dengan tenaga listrik. Hanya saja tenaga listrik yang digunakannya tidak berkapasitas besar, sehingga konsumen tidak perlu takut korslet, kesetrum, atau membengkaknya biaya listrik di rumah.

"Selama sepeda ini dipasarkan, belum pernah ada konsumen yang mengeluh pemakaian listriknya jadi bertambah. Karena memang sangat irit dan tidak memakai listrik terlalu banyak saat men-casnya," katanya kepada MedanBisnis beberapa waktu lalu. Saat dijumpai di tokonya, Jalan Sutomo No.16-18 Binjai, dia mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada konsumen yang terluka atau mengalami eksiden kesetrum saat menggunakan sepeda listrik. Belum pernah juga ada yang datang mengeluhkan sepedanya rusak karena korslet.

Kata dia, meskipun ini sepeda namun cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan sepeda motor. Tinggal putar kunci, langsung jalan. Tapi dibanding motor, sepeda listrik ini punya banyak kelebihan, meski ada kekurangnya.

Adapun kelebihannya adalah pada kenyamanan dan keamanannya. Sepeda listrik nyaman digunakan karena bahan material yang digunakannya berkualitas tinggi, dengan tempat duduk yang lebar dan empuk. Aman dipakai karena ini sepeda, bukan motor sehingga penggunanya tidak perlu takut mengendarainya. Sparepart-nya mudah dicari, selalu ada, dan yang jelas murah.

"Cara kerja sepeda listrik ini hampir sama seperti sepeda motor, bedanya sepeda listrik ini bisa didayung kalau baterainya habis. Jadi kita nggak usah repot-repot dorong," ujarnya menjelaskan.

Sedangkan kekurangan dari sepeda listrik ini hanya di jarak tempuh. Pasalnya, jarak tempuh sepeda ini lebih kurang 50 km, itu pun jika baterai dicas penuh. Sementara kecepatan sepeda listrik ini lebih kurang hanya 40 km/jam.

Pengendara tidak perlu repot oper gigi untukk menambah kecepatan, pasalnya sepeda yang berbahan material fiber ini dilengkapi tombol kecepatan pada stang kemudi.

"Angka 1 biasanya untuk tanjakan atau pelan dan angka 3 lebih cepat," ucapnya sembari menambahkan jika sepeda listrik ini juga dilengkapi alarm. Jadi saat parkir tidak perlu takut hilang. Soalnya kita tingga tekan gambar petir pada remote kunci, maka alarm secara otomatis akan hidup. jika disentuh, sepeda akan berbunyi. Pada bagian tempat duduk dilengkapi dengan bagasi layaknya sepeda motor matic. Layaknya motor, sepeda listrik ini juga ada spion, lampu sen, klakson, dan lampu rem.

"Dulu kita sempat mau buat joknya model Vespa. Tapi biayanya terlalu besar. Cost-nya aja sampai Rp 250 ribu, itu pun tidak memadai karena modelnya ternyata kurang cantik dan tidak cocok dipasang di sepeda. Terakhir kita tempah yang bagus," tuturnya yang mengaku jika sepeda ini mereka rakit sendiri.

Untuk harga tipe King Classic dibandrol Rp. 4,1 juta, Fire Rp. 4,3 juta, Golden Rp. 4,6 juta, dan King Box No. 1 Rp. 5,7 juta. Harga termahal adalah jenis sepeda listrik dengan model seperti motor maric.

"Dari bahan material sampai catnya, kita gunakan yang berkualitas paling bagus. Biasanya konsumen selaluu beli kontan daripada kredit, soalnya murah," jelasnya yang setiap harinya dapat keuntungan besar dari menjual sepeda listrik. Bagaimana tidak, 2 sampai 3 unit bisa terjual setiap harinya.

Dari pengalaman Acuan berdagang, konsumen yang membeli sepeda listrik ini umumnya dari kalangan menengah, walaupun tidak sedikit ada yang dari kalangan bawah dan atas. Biasanya mereka membeli untuk orangtuanya yang sudah lanjut usia, ibu-ibu, serta anak sekolah.
"Kalau kita service di toko tempat kita membeli sepeda, servicenya gratis kecuali bila ada yang diganti. Ketahanan baterai sesuai pemakaian," katanya yakin jika melihat besarnya minat beli masyarakat untuk sepeda listrik, maka ke depannya bisnis ini akan terus berkembang dan tidak akan mati.(sri mahyuni)
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook