User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
Ex. Manipulasi atau Data
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,560.00 11,600.00
SGD 9,309.00 9,357.20
JPY 113.93 114.68
MYR 3,669.34 3,669.34
CNY 1,860.70 1,876.30
THB 359.06 363.11
HKD 1,491.40 1,497.10
EUR 15,732.05 15,810.85
AUD 10,858.35 10,920.35
GBP 19,799.95 19,892.95
Last update: 12 Jul 2014 09:00 WIB
Infrastruktur
Selasa, 07 Mei 2013 08:27 WIB - http://mdn.biz.id/n/27990/ - Dibaca: 2,695 kali
Jalur Lintas Timur Sumatera Diperbaiki Persiapan Mudik
MedanBisnis - Semarang. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menjamin kondisi Jalur mudik Jalur Lintas Timur Sumatera dan Pantai Utara (Pantura) akan mampu dilintasi kendaraan secara fungsional. Hal ini terkait musim mudik dalam waktu 2 bulan lagi.
Dia mengatakan, saat ini Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, tengah bekerja dan berupaya keras untuk terus melakukan perbaikan di beberapa ruas jalan yang rusak. Sehinggan diyakini menjelang mudik nanti jalan tersebut sudah dalam keadaan mantap.

"Persiapannya sekarang kan sedang dikerjakan. Ditjen Bina Marga kita bekerja siang dan malam bekerja untuk menyelesaikan itu," kata Djoko saat ditemui di acara Puncak Peringatan Hari Air Dunia, di Semarang Jawa Tengah, Senin kemarin.

Djoko mengatakan beberapa kondisi jalan memang dalam kondisi yang rusak meski masih mampu dilewati. Meski demikian, dia tidak mengetahui berapa kilometer pastinya jalan yang rusak tersebut. "Sedikit nggak, banyak juga nggak, ada beberapa ruas," katanya.

Dia memastikan, dalam dua bulan ke depan, semua jalan yang rusak tersebut baik di jalur Pantai Utara (Pantura) maupun jalur-jalur mudik lainnya sudah dapat dilewati secara fungsional dan tidak menganggu arus mudik nantinya. "Pokoknya yang penting mau lewat di situ pas lebaran, masyarakat tidak terganggu," tutupnya.

Rawan Kejahatan
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengakui bahwa kondisi Jalan Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan Lampung dengan Palembang masih kurang mantap 31%. Kondisi ini dibenarkan oleh sopir truk yang biasa berlalu lalang di Jalan Lintas Timur Sumatera.

Narto, masyarakat setempat, mengaku bahwa ada beberapa titik Jalan Lintas Timur Sumatera yang rusak. "Kayuagung (Lampung), Indralaya (Palembang) dan ada 7 titik Jalan Lintas Timur yang rusak," ungkap Narto saat ditemui di Jalur Utama Kota Lampung, baru-baru ini.
Kemudian dikatakan dia, bahwa kondisi Jalan Lintas Timur Sumatera lebih baik dibandingkan Jalan Lintas Tengah. Bahkan menurutnya ada selisih waktu 2 jam lebih cepat jika perjalanan dilakukan melalui Lintas Timur Sumatera.

"Kondisinya lebih bagus lintas timur dibandingkan lintas tengah. Kalau saya perjalanan dari Bakauheni ke Palembang selalu lewat jalur timur.

Perjalanan 12 jam dari Lampung ke Palembang dengan truk, kalau mobil kecil mungkin hanya 10 jam. Semenjak jalannya hancur lebih dari 12 jam dan kecepatannya hanya 40-60 km. Timur dan Tengah ada perbedaan selisih waktu dua jam lebih cepat lewat Lintas Timur," tuturnya.

Dikatakan Narto lebih jauh ada beberapa titik rawan pelaku kriminal melakukan aksinya di Lintas Timur. Ia menyebut daerah seperti Mesuji dan Benggala (Lampung) sebagai daerah rawan pencurian dan tindak kejahatan. "Kalau saya selalu jalannya siang kalau malam itu rawan. Apalagi di daerah Benggala dan Mesuji itu rawan sekali. Kadang kaca kita dilempar sampai kaca pecah," tandasnya.

Lintas Barat
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga segera meningkatkan Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera melalui program Western Indonesia National Road Improvement Project (WINRIP).
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Djoko Murjanto mengutarakan, dengan program tersebut nantinya ada kemungkinan anggaran Jalinbar akan lebih besar dari Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera yang saat ini lebih menjadi prioritas.

"Ada proyek WINRIP untuk Lintas Barat, saat ini sedang proses dengan Bank Dunia, kalau sudah jalan nanti, Lintas Barat bisa lebih besar (anggarannya-red) dari Jalintim," ungkap Djoko Murjanto akhir pekan lalu saat meninjau penanganan Jalintim di Bandar Jaya, Lampung.

Dalam beberapa tahun terakhir, alokasi penanganan Jalintim memang selalu lebih besar dibandingkan Jalinbar dan Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalinteng). Pada tahun ini, anggaran untuk 2.733 Kilometer (Km) Jalintim sebesar Rp1,93 triliun sedangkan untuk 2.550 Km Jalinbar dan 2.318 Km Jalinteng masing-masing senilai Rp1,44 triliun dan Rp1,23 triliun.
"Hal tersebut disebabkan geometrik Jalintim yang relatif lebih datar sehingga lebih mudah penanganannya.

Lintas Barat itu persis berada di jalur gempa. Pernah gempa tahun 2004 di Padang, kerusakannya tepat sepanjang Jalan Lintas Barat, dan perbaikkannya sangat mahal," terang Djoko Murjanto.
Dia melanjutkan, melalui WINRIP lebar Jalinbar akan distandarkan menjadi tujuh meter dan bahu jalan dua meter. Selain itu struktur jalan ditaegetkan akan lebih kuat sehingga lebih aman dari longsoran atau gempa. (dtf/kpu)
Piala Dunia 2014
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook