User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,605.00 11,635.00
SGD 9,233.80 9,273.25
JPY 113.08 113.72
MYR 3,532.01 3,569.72
CNY 1,856.70 1,870.35
THB 355.93 359.95
HKD 1,496.60 1,500.95
EUR 16,027.75 16,093.65
AUD 10,774.15 10,826.45
GBP 19,468.55 19,543.35
Last update: 24 Apr 2014 09:00 WIB
Agribisnis
Sabtu, 20 Jul 2013 08:02 WIB - http://mdn.biz.id/n/41387/ - Dibaca: 465 kali
Durian Sidikalang Lebih Diminati
MedanBisnis - Medan. Sumatera Utara (Sumut) dikenal sebagai salah satu wilayah pemasok durian terbanyak di nusantara. Bahkan orang-orang di Pulau Jawa khususnya Jakarta mengenal istilah durian asal Sumut dengan sebutan durian Medan. Tetapi di Kota Medan sendiri, pasokan durian berasal dari hampir seluruh kabupaten/kota yang ada di Sumut, seperti Kabupaten Simalungun, Tebing, Bahorok, Sibolga, dan Sidikalang.
Menurut Parlin, pedagang durian di kios Pelawi durian yang berada di Jalan Sunggal, Medan kepada MedanBisnis, mengatakan durian asal Sumut ini beda asal beda pula khas rasanya. Seperti ada yang pahit, pahit manis, dan manis.

"Kalau dari Bahorok, Siantar, dan Tebing rasa buah duriannya pahit. Kalau dari Sidikalang pahit manis, dan dari Sibolga rasanya manis," katanya, Jumat (19/7).

Akan tetapi, lanjut Parlin, dari banyaknya wilayah penghasil durian di Sumut itu, buah durian yang paling diminati khusunya warga Kota Medan adalah durian asal Sidikalang.

"Pembeli lebih banyak mencari durian Sidikalang, walaupun durian dari daerah lain tak kalah peminatnya. Ini karena durian Sidikalang banyak disukai karena selain rasanya, bentuknya juga disenangi pembeli," jelasnya.

Untuk harga jual, kios durian yang telah berjualan selama 25 tahun ini mengaku lebih murah ketimbang tempat lain, sebab pihaknya mengaku langsung mengambil durian kepada petani durian, berbeda dengan pengecer lain yang mendapatkan buah dari toke.

"Tapi harga jual durian ini mengikuti musim. Apabila sedang musim durian maka harganya murah, tapi kalau tidak harganya mahal. Untuk saat-saat stabil seperti sekarang buah anak di tempat kita harganya Rp 5.000 sampai Rp 30.000, dan buah induk mencapai Rp 50.000 per buah," ungkapnya.

Akan tetapi, disaat bulan puasa seperti ini Parlin mengaku penghasilannya menurun dibandingkan hari biasanya. Kalau sebelumnya ia bisa mengantongi pendapatan berkisar Rp 500 ribu perharinya kini hanya sekitar Rp300 ribu saja.

"Kalau bulan puasa ini lebih banyak peminat pancake durian ketimbang buah durian. Soalnya pancake kan bisa untuk berbuka puasa.

Tapi biasanya penjualan pancake itu ramai ketika tidak sedang musim buah durian," terangnya.

Agus, seorang pecinta buah durian mengaku kerap membeli buah durian di sana walaupun saat ini sedang bulan puasa. Namun disaat-saat seperti ini ia mengaku tidak mengonsumsi seperti biasanya, tetapi hanya jika kepingin saja.

"Ya saya kalau memang kepingin makan durian akan beli, kalau tidak ya tidak beli. Ini durian rencananya untuk dimakan setelah berbuka nanti, tapi tidak banyak hanya untuk beberapa orang saja," bebernya.

Agus mengaku tidak pernah menentukan berasal dari mana durian yang akan dibelinya. "Nggak tahu duriannya dari mana, yang penting bagi saya mana yang menarik saja yang saya beli," tandasnya.
(cw 02)
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook