User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
Ex. BTN
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,620.00 11,650.00
SGD 9,235.40 9,275.60
JPY 113.18 113.82
MYR 3,505.29 3,542.43
CNY 1,858.60 1,872.20
THB 355.66 357.59
HKD 1,498.70 1,503.15
EUR 16,044.95 16,110.85
AUD 10,807.75 10,860.25
GBP 19,549.55 19,624.45
Last update: 23 Apr 2014 09:00 WIB
Umum
Senin, 29 Jul 2013 10:09 WIB - http://mdn.biz.id/n/42933/ - Dibaca: 611 kali
Perubahan Polonia Jadi Pangkalan Militer Menuai Protes
MedanBisnis - Medan. Perubahan fungsi eks Bandara Polonia Medan menjadi pangkalan militer Komando Operasi TNI AU-I, Pangkalan TNI AU Soewondo, telah menimbulkan kerisauan masyarakat Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Medan. Di sisi lain, perubahan itu juga akan menjadi penghambat pembangunan Medan sebagai kota metropolitan.
"Kita bisa membayangkan bagaimana menyeramkannya sebuah pangkalan militer bila persis berdampingan dengan kawasan pemukiman penduduk," kata Ketua Umum Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) Drs Haji Riwayat Pakpahan, di kediamannya, Minggu (28/7).

Menurut Pakpahan, di kawasan Komando Operasi TNI AU-I, Pangkalan TNI AU Soewondo itu nantinya akan berseliweran pesawat-pesawat tempur yang menimbulkan suara lebih bising dibanding pesawat komersil. Amunisi dan persenjataan akan semakin melengkapi, dan bisa berisiko terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan pangkalan militer itu.

Sebelumnya, Pangkosek Pertahanan Udara Nasional (Hanudnas)-III Medan Marsekal Pertama TNI Sungkono menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang bersiap-siap menyempurnakan Pangkalan TNI AU Soewondo itu sebagai sebuah pangkalan militer. Yakni melengkapi Lanud Soewondo dengan pesawat-pesawat tempur dan jenis pesawat militer lainnya.

Bahkan, Marsekal Pertama TNI Sungkono menyatakan, sebagai langkah awal, hari Senin, 29 Juli, pesawat militer akan mulai masuk ke Lanud Soewondo. Jenis pesawat yang akan dimasukkan ke Komando Operasi TNI AU-I, Pangkalan TNI AU Soewondo untuk melengkapinya sebagai sebuah pangkalan militer, seperti Boeing, pesawat tempur, skuadron pesawat intai dan sebagainya. "Belum lagi perlengkapan alat perang lainnya seperti amunisi dan persenjataan lainnya," kata Pakpahan.

Menurut Riwayat Pakpahan, jika semua itu sudah terkondisi seperti itu, tentu inilah yang dikhawatirkan masyarakat Sari Rejo. "Selain suara pesawat tempur yang bisa mengganggu karena kebisingannya melebihi pesawat komersil, kita juga khawatir akan terjadi technical error atau human error. Sudah ada beberapa pengalaman peristiwa kecelakaan pesawat di Bandara Polonia ini yang menimpa penduduk," kata Pakpahan.

Rugikan Medan
Di sisi lain, Riwayat Pakpahan menyatakan, keputusan menjadikan eks Bandara Polonia menjadi pangkalan militer, bukan hanya merugikan masyarakat Kelurahan Sari Rejo.

Tapi juga akan merugikan Kota Medan sendiri. "Salah satu semangat untuk memindahkan Bandara Polonia itu ke Kuala Namu, kan karena lokasinya yang tidak lagi mendukung pembangunan Kota Medan," kata Pakpahan.

Karena itu, Pakpahan setuju dengan pendapat para ahli dan pengamat agar kawasan seluas 152 hektar tersebut dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilengkapi taman kota. "Ini akan menjadikan kawasan tersebut sebagai paru-parunya Kota Medan.(abyadi siregar)
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook